Translate

Showing posts with label 3.0 Star. Show all posts
Showing posts with label 3.0 Star. Show all posts

Tuesday, June 2, 2015

Books "ME, MUM & MYSTERY : DETEKTIF DADAKAN"

Books “ME, MUM & MYSTERY : DETEKTIF DADAKAN”
Judul Asli : ME, MUM & MYSTERY – DETECTIVE PER CASO
[ book 1 of ME, MUM & MYSTERY Series ]
Text copyright © by Lucia Vaccarino
Illustrations copyright © by Paola Antista
Penerbit Bhuana Sastra (imprint of Penerbit BIP)
Alih Bahasa : Windy Widiati
Editor : Dian Rakhmawati Sumarsana                
Lay out : Maxdalena Wahyuningtyas
Desain : Yanyan Wijaya
Cetakan I : 2014 ; 230 hlm ; ISBN 978-602-249-823-0
Harga Normal : Rp. 50.000,-
Rate : 3 of 5

Emily Wright – gadis berusia 11 tahun yang memiliki kegemaran untuk selalu ‘menyelidiki’ segala jenis aktifitas yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya. Tinggal berdua bersama ibunya, Linda Wright di sebuah apartemen kecil, semenjak ayahnya meninggal 6 tahun silam akibat kecelakaan, Emily lebih banyak menghabiskan seorang diri terutama saat menunggu ibunya pulang dari pekerjaannya. Keingin-tahuan Emily yang sangat besar, sayangnya justru acapkali menyebabkan kemarahan orang-orang dewasa, dalam hal ini para tetangga yang menjadi sasaran penyelidikannya. Dan ini juga yang menjadi sumber permasalahan dalam kehidupan keluarga Wright. Di mulai saat Emily ‘menduga’ tetangga apartemennya telah membunuh suami dan menyembunyikan mayatnya di dalam peti. Untuk membuktikan hal tersebut, Emily menyusup masuk tanpa ijin di apartemen mereka ... ia tertangkap basah yang menyebabkan polisi harus dipanggil untuk menangani kasusnya.

Wednesday, April 22, 2015

Books "PERSEPHONE THE PHONY"

Books “SI PALSU PERSEPHONE”
Judul Asli : PERSEPHONE THE PHONY
[ book 2 of GODDESS GIRLS Series ]
Copyright © by Joan Holub & Suzanne Williams, 2010
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Jia Effendie
Editor : M. Sidik
Proof reader : Nadia Luwis
Lay-out : Aniza Pujiati
Ilustrasi sampul : Ella Elviana
Cetakan I : November 2014 ; 138 hlm ; ISBN 978-602-13302-1-6
Harga Normal : Rp. 30.000,-
Rate : 3 of 5
[ Re-Blogged from Alice’s Wonderland ]

Pernahkah dirimu berpura-pura menyukai sesuatu hanya untuk menyenangkan orang lain atau selalu mengangguk setuju atas pendapat yang dikemukan pihak lain walau di dalam hati dirimu sama sekali tidak menyetujuinya ? Bagaimana jika sepanjang hidupmu, tidak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hati, pendapat atau keinginan, alih-alih selalu mengikuti arus dan kemauan pihak mayoritas. Pasti sangat tersiksa dan semakin lama semakin menderita karena tidak berani mengakui ‘kebenaran’ yang ada dari dalam diri sendiri. Itulah yang dirasakan oleh Persephone yang selalu tampil penurut dan tidak pernah ribut atau membantah kemauan orang-orang di sekelilingnya. Ia tidak menyukai cara berdandan yang dianjurkan oleh Aphrodite, hingga terpaksa membiarkan dirinya dirias tidak sesuai selera pribadinya. Ia tidak menyukai merajut tetapi tidak mampu menolak ajakan Athena untuk berbelanja bahan-bahan rajutan bahkan menerima pola-pola khusus yang diberikan oleh sahabatnya. Ia tidak suka selalu diawasi dan dikekang oleh ibunya, Demeter, seakan-akan ia masih berusia lima tahun, tapi pernahkah ia mengutarakan keberatan kepada sang ibu ?

Books "ATHENA THE BRAIN"

Books “SI CERDAS ATHENA”
Judul Asli : GODDES GIRLS : ATHENA THE BRAIN
[ book 1 of GODDESS GIRLS Series ]
Copyright © Joan Holub & Suzanne Williams, 2010
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Jia Effendie
Editor : Fenty Nadia ; Aniza Pujiati
Ilustrasi : Ella Elviana
Desain Sampul : Wildan A.R.
Cetakan I : Januari 2013 ; 170 hlm ; ISBN 978-979-024-505-1
Harga Normal : Rp. 30.000,-
Rate : 3 of 5
[ Re-Blogged from Alice’s Wonderland ]

"Dear Athena,Barangkali ini akan membuatmu terkejut, tetapi aku, Zeus, Raja para Dewa dan Penguasa Surga, adalah Ayah-mu. Dan itu, tentu saja, menjadikan-Mu Dewi.”
Bagaimana jika suatu hari, tiba-tiba muncul sepucuk surat aneh yang menyatakan diri-mu adalah seorang Dewi ? Athena – gadis cantik berusia 12 tahun, yatim-piatu, tinggal dengan keluarga asuh yang baik hati, suatu pagi menerima sepucuk perkamen yang ternyata dikirim oleh Dewa Zeus : ayah kandung-nya, dan ia menitahkan agar Athena segera berangkat ke Akademi Gunung Olimpus karena seorang Dewi juga harus belajar agar bisa menjadi panutan bagi manusia.

Monday, February 18, 2008

Books "MUSIM CERI DI BULLERBYN"

Judul Asli : Bara Rolight I BullerbynCopyright (c) 1961 by Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-2 : Oktober 2002 , 144 hlm
Rate : 3 of 5 

" Namaku Lisa dengan kakakku Lasse dan Bosse serta teman-temanku Britta, Anna dan Olle tinggal di desa kecil Bullerbyn. Di sini kami punya banyak sekali pohon ceri. Setiap tahun, buahnya bukan main banyaknya. Karena buah-buah itu tak habis kami makan sendiri, Lasse mengusulkan agar kami mendirikan Perusahaan Buah Ceri. Buah-buah ceri itu kami jual di tepi jalan raya tak jauh dari Storbyn. Wah, larisnya! Tiga keranjang penuh langsung habis. kami senang sekali.

Tapi bukan hanya berjualan buah ceri saja yang menyenangkan di Bullerbyn. Banyak sekali hal-hal menarik lainnya. Seperti ketika aku menjadi ibu angkat Pontus, anak kambing yang kubantu saat kelahirannya dan suatu hari yang menyenangkan, aku ajak (membawa lebih tepatnya) Pontus ke sekolah. Sejak saat itu dibuat peraturan baru mengenai apa saja yang boleh kami bawa ke sekolah, entah kenapa. 
Hal menarik lainnya ketika Olle sakit gigi, karena kasihan melihat Olle menderita, maka kami membuat rencana hebat bagaimana membuat gigi Olle copot tanpa kesakitan dan tanpa Olle tahu kapan giginya akan kami copot. Petualangan lain juga terjadi saat Lasse, Bosse dan Olle memiliki kotak wasiat yang dirahasiakan dari kami-aku, Britta dan Anna jadi membuat rencana untuk mempermainkan mereka. 
Namun yang kami tunggu-tunggu adalah perayaan pesta Pertengahan Musim Panas. Sedangkan pengalaman terheboh dan lebih asyik ketika ayah dan ibu Olle harus pergi ke pesta, coba tebak siapa yang diizinkan menjaga Kerstin yang manis ..... aku dan Anna! Yah ... hidup di Bullerbyn memang selalu menyenangkan dan tidak pernah membosankan karena selalu ada kejadian-kejadian baru yang kami alami."


Books "HARI-HARI BAHAGIA DI BULLERBYN"

Judul Asli : MERA OM OSS BARN I BULLERBYN
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-2 : September 2002 , 136 hlm
Rate : 3 of 5 

"Kami anak-anak desa Bullerbyn. Namaku Lisa. Aku bersama kedua kakakku, Lasse dan Bosse tinggal di Pondok Tengah dengan ayah dan ibu serta Agda - pembantu kami dan Oskar - pekerja ladang kami. 

Teman-temanku Britta dan Anna tinggal di Pondok Utara bersama ayah dan ibunya serta Kakek (kakek Britta dan Anna, tapi juga kakek semua anak yang tinggal di Bullerbyn, soalnya hanya ada satu kakek di desa kami), juga Kelle-pekerja ladangnya. 

Selain itu di Pondok Selatan tinggal Olle (seusia dengan Bosse) yang baru saja memiliki adik baru perempuan (karena masih bayi dan belum bisa berbicara jadi tidak masuk hitungan, walau Olle menganggap adiknya adalah makhluk terpenting di dunia). 

Itu semua belum termasuk hewan-hewan peliharaan kami, anjing, kucing, ayam, lembu, kuda, kambing, babi dan kelinci. Rumah kami saling berdekatan, hanya dibatasi pohon-pohon. Jadi setiap hari kami bisa bertemu, berangkat ke sekolah dan bermain bersama. Selain itu kami merayakan Natal bersama & menunggu datangnya Tahun Baru bersama pula. 

Ada-ada saja hal baru yang kami alami di Bullerbyn. Seperti ketika berpesta di rumah bibi Jenny di hari minggu sesudah Natal. Rumah bibi Jenny jauh sehingga kami harus mengendarai kereta salju berjam-jam lamanya, namun acaranya selalu menyenangkan. 

Hal-hal lain seperti Lasse yang selalu membuat ulah, contohnya saat ia membual bermain seluncur sehingga tercebur hampir tenggelam di danau-untung Bosse cekatan menolongnya sehingga Lasse menghadiahkan prajurit timah kesayangannya (bagaimanapun Lasse khan berhutang budi pada Bosse). 

Yang menyenangkan juga terjadi saat pesta perayaan Paskah atau saat aku & Anna berbelanja seorang diri (wuih, ternyata cukup merepotkan harus bolak-balik gara-gara titipan pesanan yang banyak). Ada juga yang menegangkan saat berburu hantu air atau mencari harta terpendam. 

Bahagia sekali rasanya tinggal di Bullerbyn. Kebahagiaan kami bertambah ketika Olle mendapat adik perempuan mungil yang manis bernama Kerstin, apalagi ketika kami merayakan pesta ulang tahun kakek ke-80. Hanya ada sedikit masalah ketika kami berusaha menuruti nasehat ibu guru yang berpesan agar kami selalu berusaha membahagiakan orang lain, namun saat kami mencoba melakukannya, ternyata ...."

Sunday, February 17, 2008

Books "KAMI ANAK-ANAK BULLERBYN"

Judul Asli : Alla Vi Barn I Bullerbyn
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
Alihbahasa : Purnawati Olsson
Cover : Edward Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-2 : September 2002 , 112 hlm
 Rate : 3 0f 5

" Bullerbyn adalah nama desa kami yang artinya Desa Ribut. Desa kami kecil sekali. Di situ hanya ada tiga buah rumah, tiga keluarga dengan enam orang anak, yaitu : aku sendiri (o'ya namaku Lisa usia tujuh tahun), Lasse (usia sembilan tahun), Bosse (usia delapan tahun & keduanya adalah kakak-kakakku dan kami tinggal di Pondok Tengah), lalu Britta (usia sembilan tahun) dan Anna (adiknya, sebaya denganku) yang tinggal di Pondok Utara, serta Olle (sebaya dengan Bosse & tinggal di pondok Selatan). Meski hanya berenam, jika kami bermain bersama, desa kami menjadi ribut sekali. Padahal kami selalu bermain bersama setiap hari. Kami bermain rumah-rumahan. Membuat gubuk di dalam semak. Bermain Indian-Indianan. Tidur di atas tumpukkan jerami. Berdandan seperti pengembara tersesat, lalu menakut-nakuti Agda, pelayan kami. Atau merencanakan melarikan diri dari rumah. Bahkan bekerja pun bagi kami serasa bermain. Pernah kami bekerja di ladang lalu kehujanan dan pulangnya kami malah mendapat anak kucing !! Pokoknya, tinggal di Bullerbyn asyik sekali. "