Translate

Showing posts with label madicken series. Show all posts
Showing posts with label madicken series. Show all posts

Tuesday, April 24, 2012

MADICKEN

Judul Asli : MADICKEN

Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren

Illustration by Ilon Wikland

Alih Bahasa : Listiana Srisanti

Cover : Eduard Iwan Mangopang

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke-3 : Desember 2002 , 208 hlm


"Madicken tinggal di luar kota kecil di Swedia, dalam rumah besar berwarna merah. Rumah itu dinamakan Junibacken yang artinya Bukit Juni. Di sana tinggal pula Papa yang bekerja sebagai penulis di surat kabar, Mama dan adik perempuannya bernama Elisabet, Alva pembantu mereka, Sasso-seekor anjing pudel dan Gosan-kucing mereka. Ada pula tetangga dekat yaitu Paman Nilsson dan Bibi Nilsson serta putra tunggal mereka Abbe, yang pandai membuat roti.

Madicken sebenarnya bernama Margareta. Tetapi waktu masih kecil, dia memanggil dirinya Madicken dan sekarang walaupun sudah berusia 7 tahun, dia masih juga dipanggil Madicken. Hanya kalau dia sedang nakal dan harus ditegur maka dia dipanggil Margareta .... dan dia sering dipanggil Margareta karena selalu banyak akal dan banyak ulah, sering kali melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu. Berbeda dengan Elisabeth yang dipanggil Lisabet, yang selalu manis dan tidak banyak ulah.

Dari sekian banyak ulah Madicken, ada yang cukup membahayakan dirinya, seperti ketika dia mengajak Lisabeth piknik di atap gudang yang tinggi, kemudian menggunakan payung besar Madicken terbang dari atas atap - berusaha menirukan seekor burung. Akibatnya dia harus dirawat karena gegar otak ringan selama beberapa hari dan tidak bisa mengikuti acara piknik sekolah. 

Tidak jera dengan pengalaman tersebut, Madicken berkelahi dengan Mia saat membela Lisabet yang bertengkar dengan Mattis - padahal saat itu mereka berdua sedang menuju ke tempat Dokter Berglund karena Lisabet memasukkan kacang polong ke dalam hidungnya tanpa bisa kembali keluar. Belum lagi pengalaman mengerikan ketika Madicken bertemu langsungdengan hantu roh Pangeran Kraka-kakek canggah Abbe yang meninggalkan harta terpendam. Bagaimana pula saat Madicken berusaha menjual LIsabet sebagai budak belian yang ditawan di dalam sumur tak terpakai....




Friday, February 22, 2008

Books "MADICKEN & LISABET"

Judul Asli : MADICKEN OCH JUNIBACKENS PIMS
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : Agustus 2003 , 256 hlm
Rate : 5 of 5

"Banyak hal penting yang harus dipersiapkan oleh Madicken terutama sebelum perayaan Pesta Api. Tapi yang terpenting adalah ia harus segera berbelanja sepatu sandal baru yang hendak di gunakan saat pesta terutama karena Abbe berjanji akan datang ke pesta. Tapi sebelum itu Madicken menghadapi berbagai masalah, seperti ibu yang tidak bisa menemaninya berbelanja sepatu karena akhir-akhir ini selalu pusing dan mual-mual. Atau saat perseteruannya dengan kakak beradik Mia dan Mattis yang jorok sampai pada perkelahian hebat dan akhirnya Madicken terjebak taruhan gila-gilaan dengan Mia hingga menerima tantangan untuk berjalan sepanjang atap sekolah tepat pada saat Kepala Sekolah sedang tidur mendengkur tepat di bawahnya.
Belum lagi masalah Paman Nilsson yang terjerat utang besar hingga Bibi Nilsson harus tubuhnya kepada Dokter Berglund karena hanya dar jualan kue Abbe tidak mampu mengumpulkan uang sampai 200 krona. Belum lagi kebiasaan buruk Paman Nilsson yang akhirnya membawa korban, putra satu-satunya-Abbe, tenggelam saat terjadi banjir badai. Juga Alva yang terlibat perselisihan kecil dengan Bu Wali Kota saat membeli ikan yang mengakibatkan permasalahan di pesta dansa Musim Gugur yang diselenggarakan oleh bu Wali Kota.
Namun berkat pembelajaran dan kasih sayang yang diajarkan keluarganya, Madicken mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Mia dan Mattis yang awalnya musuh besar, sekarang mereka semua menjadi sahabat ketika mereka terlibat dalam acara pembasmian kutu di Junibacken. Masalah hutang keluarga Nilsson bisa dibantu dari hasil lotre yang dimenangkan Madicken (tentu saja ia tidak memberitahu asal uang tersebut). Dan Paman Nilsson kapok dan berjanji tidak mengulangi kebiasaan buruknya asalkan Abbe selamat.

Bahkan pengalaman di acara pesta dansa memberikan kenangan indah bukan hanya bagi Alva tapi juga Madicken dan keluarganya - karena Alva bukan sekedar pembantu tapi jika orang yang disayangi oleh Madicken dan Lisabet. Dan yang paling menggembirakan adalah ternyata ibu tidak sakit parah tetapi akan memberikan adik baru kepada mereka dan pada malam natal, lahirlah bayi perempuan cantik - si kecil Kajsa , hadiah natal teristimewa yang pernah mereka dapatkan.
Dari semua kejadian, yang paling berkesan bagi Madicken ketika ia berhasil menyelamatkan adik bayinya Kajsa dari tangan pak Lindkvist yang mengalami gangguan jiwa dengan menukarnya dengan seekor anak kucing (pak Lindkvist sebelumnya pernah juga mencoba membawa Lisabet sebelum ditemukan oleh ibu). Tapi sekarang yang terpenting sekarang semua anggota keluarga Junibacken telah berkumpul bersama merayakan Pesta Api yang pertama bagi si kecil Kajsa."