Translate

Showing posts with label astrid lindgren. Show all posts
Showing posts with label astrid lindgren. Show all posts

Sunday, November 18, 2012

Books "KARLSSON SI MANUSIA ATAP"

Judul Asli : LILLEBROR OCH KARLSSON PA TAKET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1955
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Januari 2007 , 168 hlm
Rate : 3 of 5 

[ source ]
"Lillebror adalah seorang anak laki-laki biasa berusia tujuh tahun yang tinggal di Stockholm. Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, Bosse - limabelas tahun dan Bettan - empatbelas tahun dari keluarga Svantesson, keluarga yang biasa-biasa saja. Satu-satunya yang tidak biasa adalah di atap gedung tempat tinggal mereka tinggal Karlsson Si Manusia Atap. Dia - si Karlsson, benar-benar tinggal di atas atap gedung. Karlsson sangat pendek, gendut, bulat, dan lagatnya seperti bos. Keistimewaannya, Karlsson bisa terbang, benar-benar terbang sendiri tanpa semacam pesawat terbang. Karlsson tinggal memutar semacam tombol di sekitar pusarnya, kemudian ... bruuummm ...... mesin kecil aneh di punggungnya akan berputar. Setelah mesin mulai panas, maka perlahan-lahan Karlsson akan terangkat & melayang-layang di angkasa. 

[ source ]
Sejak bertemu dan berkenalan dengan Karlsson, hidup Lillebror tidak pernah jadi biasa-biasa saja. Hal ini disebabkan karena Karlsson suka sekali dengan segala macam permainan bahkan tidak jarang berbuat usil atau nakal sekedar memuaskan keinginannya. Tidak sedikit beberapa kejadian menyebabkan Lillebror mengalami kesulitan dan masalah besar. Juga ditambah bahwa tidak ada satu pun anggota keluarga Svantesson pernah melihat apalagi bertemu dengan Karlsson. Mereka mengira Karlsson hanya karangan Lillebror, akal-akaln supaya Lillebror terhindar dari hukuman atas perbuatan-perbuatan nakal yang terjadi (yang sebenarnya memang disebabkan bahkan dilakukan oleh Karlsson). Lalu bagaimana Lillebror memberikan penjelasan dan bukti yang akurat, bahkan Karlsson memang ada."


Books "PIPPI DI NEGERI TAKA-TUKA"

Judul Asli : PIPPI LANGSTRUMP I SODERHAVET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1948
Illustration by Roft Rettich
from German Edition : PIPPI IN TAKA-TUKA-LAND
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : Januari 2001 , 136 hlm
Rate : 4 of 5 

"Pippi masih ada di Pondok Serbaneka. Ia tidak jadi berangkat ke pulau Taka-Tuka dan masih bermain-main dengan Thomas dan Annika. Tidak ada yang bisa membuat Pippi meninggalkan sahabat-sahabat dan tempat tinggalnya yang unik. Bahkan ketika datang seorang laki-laki kaya dari kota besar yang hendak membeli dan meruntuhkan Pondok Serbaneka - ia harus berhadapan terlebih dahulu dengan gadis cilik yang kuat sekali.

[ source ]
Pippi menikmati hari-harinya di Pondok Serbaneka bersama kuda dan Mr. Nilsson, monyetnya. Tapi terkadang ia berkunjung ke rumah sebelah, tempat tinggal keluarga Settergren, keluarga Thomas dan Annika. Seperti saat Bibi Laura berkunjung, maka Pippi juga mengundang dirinya sendiri untuk datang bertamu. Meski bertingkah laku seenaknya bahkan tidak menggunakan aturan semestinya, Pippi sekali lagi berhasil membuat Bibi Laura yang sedang sedih jadi lebih gembira.

Saat liburan musim panas telah usai, dimana Thomas dan Annika harus kembali masuk sekolah seperti anak-anak yang lain, maka Pippi meluangkan waktunya untuk tetap berjumpa dengan mereka. Terutama saat hari pembagian hadiah oleh Mrs. Rosenblom di sekolah. Mrs. Rosenblom adalah wanita tua kaya raya yang setiap setengah tahun sekali mengadakan lomba bagi anak-anak yang manis, baik, dan rajin akan mendapatkan hadiah yang sudah dipersiapkan. Sedangkan yang tidak berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan akan menderita malu dan tidak mendapat hadiah apapun atau yang terjelek mereka mendapat hadiah celana dalam wol. Semua anak termasuk Thomas & Annika yang termasuk anak pandai, takut dan tegang menghadapi Mrs. Rosenblom. 

[ source ]
Tiba-tiba di tengah pembagian Pippi muncul. Bukan Pippi namanya jika tidak kehilangan akal dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan, walau semua jawabannya dianggap salah dan ngawur. Maka Pippi harus bergabung dengan barisan anak-anak yang dipermalukan. Melihat kesedihan anak-anak itu, Pipi mengadakan perlombaan menjawab pertanyaan sendiri. Pada akhirnya setiap anak-anak yang asalnya bersedih karena dianggap gagal oleh Mrs. Rosenblom, tetap dapat pulang dengan bahagia dan gembira - karena Pippi dengan baik hati memberikan hadiah satu keping emas dan sekantong besar permen. "Terima Kasih Pippi yang baik hati," kata mereka. "Ah, tidak usah berterima kasih, yang penting kalian selalu ingat bahwa aku menyelamatkan kalian dari kemungkinan mendapat hadiah celana dalam wol," kata Pippi.

Hari demi hari berlalu. Musim pun berganti dengan cepat. Musim gugur telah lewat, tak terasa sudah musim dingin. Dengan kesibukan sekolah yang makin tinggi, cuaca yang tidak mndukung, kondisi kesehatan Thomas dan Annika juga semakin menurun. Mereka semakin lesu, pipi pucat dan nafsu makan memburuk. Sampai akhirnya suatu hari mereka terserang penyakit campak. Satu-satunya yang dapat menghibur mereka saat harus beristirahat total di dalam kamar masing-masing adalah Pippi. Walau tidak diijinkan masuk karena takut tertular, Pippi menghibur sahabat-sahabatnya dengan permainan dan melucu lewat jendela. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi Thomas dan Annika mulai membaik walaupun masih lemas & pucat. Namun mereka semua dikagetkan dengan kedatangan sepucuk surat untuk Pippi. Surat dari ayahnya Sang Raja Pulau Taka-Tuka yang isinya mengabarkan bahwa ia akan menjemput Pippi untuk datang ke pulau. Seketika Thomas dan Annika kembali merasa lemas.

[ source ]
Maka pada suatu pagi yang indah di bulan Maret, kapal Kapten Efraim I. Langstrump memasuki pelabuhan. Para warga kota berkumpul menyambut kedatangannya. Pippi benar-benar merasa gembira dengan hal ini, lain halnya dengan Thomas dan Annika, mereka seperti menjalani suasana menyedihkan yang pernah terjadi sebelumnya. Namun kesedihan itu tidak berlangsung lama karena Pippi punya kejutan, Thomas dan Annika diajak berangkat dan tinggal bersama di pulau Taka-Tuka. Bahkan kedua orang tua mereka mengijinkan mereka berlibur untuk memulihkan kondisi kesehatan. (ini juga berkat saran dokter yang menganjurkan agar Thomas dan Annika berganti suasana). Maka bersiap-siaplah ketiga sahabat berserta awak kapal berlayar menuju pulau Taka-Tuka.

Setelah berlayar berhari-hari, akhirnya tibalah rombongan di pulau Taka-Tuka. Tentu saja kedatangan sang Raja yan dicintai rakyatnya disambut dengan meriah. Dengan segera sang Putri atau Pippi beserta kedua temannya mendapat teman-teman baru dan menyesuaikan diri dengan cepat. Banyak sekali pengalaman dan petualangan yang mereka alami. Mulai berganti pakaian yang sesuai (sehingga kulit mereka yang pucat segera berubah kecoklatan), menyusuri tebing, menjelajah gua-gua, bahkan menyelam mencari kerang mutiara di perairan yang banyak hiu-nya. Tapi yang paling menegangkan ketika seluruh orang dewasa penghuni pulau Taka-Tuka pergi ke pulau lain untuk menyertai sang Raja berburu babi hutan. Maka di pulau hanya tinggal anak-anak saja. Saat itulah pulau Taka-Tuka kedatangan sepasang penjahat, Jim dan Buck yang hendak merampok mutiara-mutiara yang berada di pulau tersebut. Namun penjahat tersebut tidak memperhitungkan adanya Pippi sebagai putri dan pemimpin pengganti sementara sang Raja tidak ada di tempat. Berkat akal cerdik dan kekuatan Pippi didukung anak-anak pulau, para penjahat berhasil diusir. 

[ source ]
Tak terasa sudah berbulan-bulan mereka berada di pulau Taka-Tuka. Thomas dan Annika mulai merindukan keluarga mereka, apalagi Natal semakin dekat. Maka suatu hari Pippi berkata, "Thomas, Annika mari kita kembali ke Pondok Serbaneka." Setelah melakukan persiapan dan perpisahan dengan sahabat-sahabat baru di pulau, Pippi, Thomas dan Annika berangkat berlayar dengan tujuan pulang sebelum Natal tiba. Ternyata perjalanan pulang tidak dapat berjalan lancar sesuai rencana. Perjalanan mereka memakan waktu lebih lama, sehingga saat akhirnya kapal mereka berlabuh di kota sudah mencapai awal bulan Januari. Walau gembira dan bahagia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya, Thomas dan Annika merasa kehilangan akan peringatan Natal yang mereka lewatkan. Sekali lagi Pippi yang baik hati mampu menunjukkan kebesaran hatinya dengan memberikan kejutan besar bagi kedua sahabatnya."


Tuesday, April 24, 2012

MADICKEN

Judul Asli : MADICKEN

Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren

Illustration by Ilon Wikland

Alih Bahasa : Listiana Srisanti

Cover : Eduard Iwan Mangopang

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke-3 : Desember 2002 , 208 hlm


"Madicken tinggal di luar kota kecil di Swedia, dalam rumah besar berwarna merah. Rumah itu dinamakan Junibacken yang artinya Bukit Juni. Di sana tinggal pula Papa yang bekerja sebagai penulis di surat kabar, Mama dan adik perempuannya bernama Elisabet, Alva pembantu mereka, Sasso-seekor anjing pudel dan Gosan-kucing mereka. Ada pula tetangga dekat yaitu Paman Nilsson dan Bibi Nilsson serta putra tunggal mereka Abbe, yang pandai membuat roti.

Madicken sebenarnya bernama Margareta. Tetapi waktu masih kecil, dia memanggil dirinya Madicken dan sekarang walaupun sudah berusia 7 tahun, dia masih juga dipanggil Madicken. Hanya kalau dia sedang nakal dan harus ditegur maka dia dipanggil Margareta .... dan dia sering dipanggil Margareta karena selalu banyak akal dan banyak ulah, sering kali melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu. Berbeda dengan Elisabeth yang dipanggil Lisabet, yang selalu manis dan tidak banyak ulah.

Dari sekian banyak ulah Madicken, ada yang cukup membahayakan dirinya, seperti ketika dia mengajak Lisabeth piknik di atap gudang yang tinggi, kemudian menggunakan payung besar Madicken terbang dari atas atap - berusaha menirukan seekor burung. Akibatnya dia harus dirawat karena gegar otak ringan selama beberapa hari dan tidak bisa mengikuti acara piknik sekolah. 

Tidak jera dengan pengalaman tersebut, Madicken berkelahi dengan Mia saat membela Lisabet yang bertengkar dengan Mattis - padahal saat itu mereka berdua sedang menuju ke tempat Dokter Berglund karena Lisabet memasukkan kacang polong ke dalam hidungnya tanpa bisa kembali keluar. Belum lagi pengalaman mengerikan ketika Madicken bertemu langsungdengan hantu roh Pangeran Kraka-kakek canggah Abbe yang meninggalkan harta terpendam. Bagaimana pula saat Madicken berusaha menjual LIsabet sebagai budak belian yang ditawan di dalam sumur tak terpakai....




Books "EMIL DARI LONNEBERGA"

Judul Asli : EMIL I LONNEBERGA
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Bjorn Berg
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Juni 2003 , 112 hlm
Rate : 4 of 5

"Emil seorang anak laki-laki kecil yang tinggal di Katthult, desa Lonneberga, Smaland, Swedia. Di sana tinggal pula keluarga Emil yaitu ayahnya Anton Svensson, ibunya Alma Svensson serta adik perempuannya si kecil Ida. Selain itu ada pula pembantu mereka yaitu Lina dan Alfred, pekerja ladang. Emil baru berumur lima tahun tapi dia sekuat lembu, keras kepala (terutama jika ide-ide cemerlangnya timbul) dan suka seenaknya. Matanya bulat dan biru. Kedua pipinya kemerah-merahan. Rambutnya pirang dan agak keriting. Kelihatannya si Emil ini manis sekali, seperti malaikat kecil. Tapi jangan tertipu, itu cuma kelihatannya saja, sebab sebetulnya si Emil ini badungnya bukan main. Mau tahu apa saja yang sudah dilakukan Emil?

Pada hari Selasa, 22 Mei keluarga Svensson makan bersama menikmati sup daging yang dihidangkan dalam mangkuk kembang-kembang. Emil sangat suka dengan sup daging sehingga saat sup tinggal beberapa tetes di dalam mangkuk, Emil memasukkan kepalanya ke dalam mangkuk & menghisap sisa sup yang ada. Namun ketika dia hendak mengeluarkan kepalanya, tenyata kepalanya tersangkut di dalam mangkuk-tidak bisa dikeluarkan walau Alfred berusaha menarik kepala Emil. Kepala Emil terjepit kuat ke dalam mangkuk. 

Maka kedua orang tuanya terpaksa membawa Emil ke dokter di Mariannelund untuk melepas mangkuk dari kepala Emil tanpa merusak dan memecahkan mangkuk (karena harganya mahal). Setiba di tempat dokter, Emil yang diajari sopan santun menundukkan kepala membalas salam dokter, akibatnya mangkuknya membentur meja dan ....prang ... mangkuk seharga 4 kron terbelah dua. Untung dokter tidak meminta biaya periksa. 

Karena gembira, ayahnya memberi Emil hadiah uang logam 5 ore. Kalau saja Emil itu anak biasa, pasti hari itu takkan terjadi sesuatu lagi. Tapi Emil bukan anak biasa. Tebak apa yang Emil lakukan? Emil memasukkan uang logam itu ke mulutnya dan dalam perjalanan pulang terdengar bunyi 'plop' pelan - saat uang logam tersebut tertelan. Maka segera mereka kembali ke dokter yang baik hati dan tidak meminta bayaran sekali lagi, hanya menyarankan agar Emil makan lima buah kue supaya uang logam itu keluar dengan sendirinya. 

Akhirnya dengan tenang dan bahagia mereka pulang ke Katthult, Lonneberga. Sesampai di rumah pak Anton segera menyambung mangkuk yang terbelah dua sehingga tampak seperti utuh kembali. Lina bahagia karena ia bisa membuat sup daging lagi karena mangkuknya kembali. Itu menurut Lina, ia lupa bahwa ada Emil yang bisa berbuat apa saja. 

Saat malam menjelang tidur, Emil dan si kecil Ida masuk ke dapur mencari ibunya. Diatas meja terlihat mangkuk kembang-kembang yang bagus dan utuh. Ida bertanya kepada Emil : "Bagaimana sih kepalamu tadi bisa masuk ke dalam mangkuk?" "Ah, tidak susah kok, hanya ku masukan seperti ini," kata Emil. Berikutnya terdengar jeritan dan teriakan Ida serta Emil karena sekali lagi kepalanya terjepit di dalam mangkuk. 

Bu Alma yang mendengar teriakan anaknya segera berlari masuk dapur, melihat Emil meloncat-loncat dengan kepala di dalam mangkuk, maka ia segera meraih tongkat besi pengorek tungku dan .... Prraaang ..... mangkuk itu pecah berkeping-keping. Pak Anton yang segera menyusul masuk ke dapur tak bisa berkata apa pun melihat kejadian itu. Itu kejadian pada tanggal 22 Mei. 

Masih banyak cerita lain seperti pada hari Minggu, 10 Juni ketika Emil mengerek si kecil Ida ke atas tiang bendera persis saat para tamu berdatangan ke acara pesta di Katthult, menyusul petualangan Emil di pondok perabotan, kemudian Emil menghilang dan berubah menjadi seekor ayam (menurut Ida), bahkan ketika persediaan sosis di gudang lenyap secara misterius atau saat perayaan 8 Juli di Hultsfred, dimana Emil berkuda seorang diri mencari Alfred yang disayanginya, mendapat penghasilan dalam sekejap di pasar malam hingga menggagalkan perampokkan. Semua hal ini ulah Emil yang tidak pernah kehabisan akal."

Best Regards,
* Secret Garden * 
 



Saturday, February 23, 2008

Books "PIPPI HENDAK BERLAYAR"

Judul Asli : PIPPILANGSTRUMP GAR OM BORD
Copyright (c) by Saltkrakan AB /Astrid Lindgren
Illustration by Rolf Rettich
from German Edition : PIPPI GEHT AN BORD
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-4 : Januari 2001 , 160 hlm
Rate : 4 of 5 

"Di sebuah kota kecil di Swedia ada sebuah rumah unik yang diberi nama Pondok Serbaneka. Di sana tinggal seorang gadis cilik bernama Pippilotta Viktualia Gorden Tirai Permen Efraimputri Langstrump, putri Kapten Efraim Langstrump yang dulu dikenal sebagai Setan Laut, sekarang menjadi Raja Orang hitam. Tapi kamu cukup memanggilnya Pippi. Pippi yang periang tinggal sendirian di Pondok Serbaneka ditemani seekor kuda dan monyet bernama Mr. Nilsson. Walau demikian hidupnya tidak pernah susah atau kekurangan karena Pippi kaya raya dan selalu riang berbuat apapun yang dimaui. Dan ada keistimewaan lain yang dimiliki Pippi - dia sangat, sangat kuat, bahkan dengan mudah bisa mengangkat kudanya sambil berlari.

[ source ]
Sehari-hari Pippi melakukan apapun yang dirasa menyenangkan. Biasanya ia selalu ditemani oleh kedua sahabatnya, Thomas dan Annika yang tinggal bersebelahan dengan Pondok Serbaneka. Mereka tidak hanya bermain bersama tetapi kemana-mana senantiasa bertiga. Banyak sekali kejadian yang mereka alami. Pernah pada suatu hari Pippi mengajak Thomas dan Annika ke pasar melihat-lihat beraneka ragam toko yang ada. Ketika melihat bahwa di depan toko-toko tersebut banyak sekali anak-anak miskin yang hanya dapat melihat benda-benda bagus dari luar jendela toko - maka Pippi yang baik hati segera memborong seluruh isi toko, mulai dari bermacam-macam permen, kue-kue enak dan mainan untuk semua anak yang ada.

Jika tidak sedang bermain, Pippi berkunjung ke sekolah Thomas dan Annika. Dia suka bertemu dengan anak-anak lain, juga dengan ibu guru yang pernah ikut kelasnya selama sehari, walau Pippi merasa tidak ada perlunya belajar tentang 'mitamitik'. Tapi ketika sekolah mengadakan pesiar, Pippi memutuskan ikut serta untuk membantu mengawasi anak-anak lain memastikan mereka benar-benar bersenang-senang. Tentu saja Pippi membawa serta kuda dan monyetnya membuat permainan menarik bagi anak-anak lain di Hutan Ajaib. Pada saat pesiar ini pun Pippi sempat membantu seekor kuda yang dicambuki oleh pemiliknya, maka Pippi memberikan ajaran yang tak terlupakan untuk membebaskan kuda tersebut.

[ source ]
Pokoknya tidak akan pernah membosankan acara bersama Pippi. Tapi suatu hari ayah Pippi datang mencari anaknya. Ayah Pippi sekarang menjadi Raja di Pulau Taka Tuka dan dia hendak mengajak Pippi berlayar untuk menetap di pulau tempatnya memerintah, menjadi Putri Raja. Pippi senang sekali. Tapi Thomas dan Annika sebaliknya sangat sedih, sebab siapa lagi yang akan menemani mereka bermain jika Pippi pergi? Tidak ada teman yang mengasyikkan seperti Pippi. Namun mereka berdua dibesarkan sebagai anak-anak baik, jadi walau dengan hati pilu, mereka berdua menyembunyikan kesedihan, tetap menemani Pippi bermain dan berkemas-kemas menjelang hari keberangkatannya ke pulau Taka Tuka. Hari perpisahan semakin dekat, semua orang, semua anak-anak yang kenal dan tahu kebaikkan Pippi bersiap-siap mengantarkan kepergian gadis cilik yang istimewa."


Friday, February 22, 2008

Books "LOTTA"

Judul Asli : LOTTA (BARNEN PA BRAKMAKARGATAN & LOTTA PA BRAKMAKARGATAN)
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
English Edition : LOTTA-THE MISCHIEVOUS MARTENS-LOTTA LEAVES HOME
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : September 2007 , 135 hlm 
Rate : 3 of 5 

"Keluarga Nyman memiliki 3 orang anak, Jonas yang dipanggil Ribut Besar, Maria si Ribut Kecil dan si bungsu Lotta dipanggil Imut. Mereka tinggal di sebuah rumah berwarna kuning di kota yang berada di Swedia. Tahukah kau dimana letak Swedia? Swedia terletakdi bagian utara Eropa dan kami mengalami empat musim : musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. 

Jonas dan Maria adalah anak-anak yang cerdas dan banyak akal. Kalau ada mereka, apa saja bisa terjadi apalagi mereka selalu bermain bersama. Mulai terjatuh dari atas jendela hingga benjol, tercebur di danau yang dingin membuat semua orang kalang kabut. Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan Lotta. 

Si kecil Lotta selalu mengikuti kedua kakaknya, ia jengkel dan marah jika tidak diperbolehkan ikut dengan alasan 'Lotta masih terlalu kecil'. Karena itu suatu kali saat hujan lebat turun, tiba-tiba Lotta menghilang .... setelah dicari berkeliling ia ditemukan berada diatas tumpukan pupuk tanaman dibawah siraman hujan lebat .... kenapa? "Aku ingin tumbuh dan menjadi besar seperti Jonas dan Maria", kata Lotta. 
Sungguh lucu dan menggemaskan ingkah laku Lotta. Namun terkadang ia bisa berbuat nakal sekali. Seperti tidak mau minum obat batuk meski ingusnya berleleran, tidak mau membuka mulut saat ke dokter gigi atau saat mereka berlibur di tempat kakek dan nenek. 

Hanya gara-gara Lotta tidak mau makan ikan yang disediakan (bahkan mencoba membuang ikan di dalam tong air sebelum ketahuan ibu) dan mengatakan kata-kata 'terlarang' yang menyebabkan ibu marah sehingga menghukum Lotta. Dasar Lotta anak keras kepala, bukannya menyesal ia malah marah dan membereskan koper kecilnya untuk pergi seorang diri dari rumah kakek dan nenek. Untung tidak berlangsung lama, apalagi saat nenek membuat panekuk yang enak. 
Bukan hanya sesekali Lotta bertingkah, jika ia melihat Jonas & Maria melakukan sesuatu ia selalu ingin ikut, masalahnya Lotta cepat bosan apalagi karena ia selalu kebagian peran yang membosankan misalnya jadi pasien yang berbaring saja atau jadi narapidana yang terkurung dikamar tidak boleh kemana-mana menunggu dibebaskan .... menunggu khan sangat membosankan.
Tapi ada yang paling disenangi oleh Lotta yaitu bermain dengan Bamsie, boneka kain babi merah muda yang dipanggil Bamsie Beruang (karena Lotta mengira bonekanya beruang). Akan tetapi pada suatu pagi setelah ulang tahun Lotta ke-5, ia bangun pagi dengan marah-marah & bikin ulah. Mukanya cemberut & kelihatan galak. Lotta tidak mau memakai sweter yang dibawakan ibu, ia mau bertelanjang saja dan berteriak-teriak marah. 

Maka ibu menghukum Lotta supaya diam di kamar sampai jadi anak baik. Lotta marah besar, maka setelah menggunting-gunting sweter yang di bencinya, kemudian sambil membawa Bamsie Lotta memutuskan tidak mau tinggal lagi dengan keluarga Nyman. Bayangkan, ia tidak diberi pakaian dan makanan yang disukai. Lebih baik Lotta hidup sendiri dengan bebas. Maka Lotta memutuskan pindah ke loteng gudang bu Berg, tetangga mereka. Nah, bagaimana petualangan Lotta hidup sendiri dengan bebas dan leluasa tanpa ada yang menyuruh atau melarang dirinya? Apakah Lotta menikmati keadaan hidupnya yang baru?"


Books "MADICKEN & LISABET"

Judul Asli : MADICKEN OCH JUNIBACKENS PIMS
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : Agustus 2003 , 256 hlm
Rate : 5 of 5

"Banyak hal penting yang harus dipersiapkan oleh Madicken terutama sebelum perayaan Pesta Api. Tapi yang terpenting adalah ia harus segera berbelanja sepatu sandal baru yang hendak di gunakan saat pesta terutama karena Abbe berjanji akan datang ke pesta. Tapi sebelum itu Madicken menghadapi berbagai masalah, seperti ibu yang tidak bisa menemaninya berbelanja sepatu karena akhir-akhir ini selalu pusing dan mual-mual. Atau saat perseteruannya dengan kakak beradik Mia dan Mattis yang jorok sampai pada perkelahian hebat dan akhirnya Madicken terjebak taruhan gila-gilaan dengan Mia hingga menerima tantangan untuk berjalan sepanjang atap sekolah tepat pada saat Kepala Sekolah sedang tidur mendengkur tepat di bawahnya.
Belum lagi masalah Paman Nilsson yang terjerat utang besar hingga Bibi Nilsson harus tubuhnya kepada Dokter Berglund karena hanya dar jualan kue Abbe tidak mampu mengumpulkan uang sampai 200 krona. Belum lagi kebiasaan buruk Paman Nilsson yang akhirnya membawa korban, putra satu-satunya-Abbe, tenggelam saat terjadi banjir badai. Juga Alva yang terlibat perselisihan kecil dengan Bu Wali Kota saat membeli ikan yang mengakibatkan permasalahan di pesta dansa Musim Gugur yang diselenggarakan oleh bu Wali Kota.
Namun berkat pembelajaran dan kasih sayang yang diajarkan keluarganya, Madicken mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Mia dan Mattis yang awalnya musuh besar, sekarang mereka semua menjadi sahabat ketika mereka terlibat dalam acara pembasmian kutu di Junibacken. Masalah hutang keluarga Nilsson bisa dibantu dari hasil lotre yang dimenangkan Madicken (tentu saja ia tidak memberitahu asal uang tersebut). Dan Paman Nilsson kapok dan berjanji tidak mengulangi kebiasaan buruknya asalkan Abbe selamat.

Bahkan pengalaman di acara pesta dansa memberikan kenangan indah bukan hanya bagi Alva tapi juga Madicken dan keluarganya - karena Alva bukan sekedar pembantu tapi jika orang yang disayangi oleh Madicken dan Lisabet. Dan yang paling menggembirakan adalah ternyata ibu tidak sakit parah tetapi akan memberikan adik baru kepada mereka dan pada malam natal, lahirlah bayi perempuan cantik - si kecil Kajsa , hadiah natal teristimewa yang pernah mereka dapatkan.
Dari semua kejadian, yang paling berkesan bagi Madicken ketika ia berhasil menyelamatkan adik bayinya Kajsa dari tangan pak Lindkvist yang mengalami gangguan jiwa dengan menukarnya dengan seekor anak kucing (pak Lindkvist sebelumnya pernah juga mencoba membawa Lisabet sebelum ditemukan oleh ibu). Tapi sekarang yang terpenting sekarang semua anggota keluarga Junibacken telah berkumpul bersama merayakan Pesta Api yang pertama bagi si kecil Kajsa."


Thursday, February 21, 2008

Books "SEMUA BERES KALAU ADA EMIL"

Judul Asli : AN LEVER EMIL I LONNEBERGA
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Bjorn Berg
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Juli 2003 , 168 hlm
Rate : 5 of 5 

"Semua orang tahu tentang kenakalan-kenakalan Emil, anak laki-laki keluarga Svensson yang tinggal di Katthult, desa Lonneberga, Smaland, Swedia - terutama karena Alma, ibunya selalu rajin menulis kelakuan Emil dalam buku tulis yang disimpan dalam laci meja tulisnya (akibatnya pintu laci tak bisa dibuka karena penuh sesak dengan buku-buku tulis tentang Emil). Kenakalan apa lagi yang bisa diperbuat Emil?

Mula-mula dia membuat ayahnya marah sekali karena Emil membeli barang-barang tak berguna di tempat lelang Backhorva, yaitu seekor ayam betina yang pincang, pompa pemadam kebakaran yang karatan, kotak kuno yang jelek sekali, dan penyorong kue yang kepanjangan. Tapi dasar Emil banyak akal, semua yang dibelinya ternyata malah sangat berguna bagi banyak orang dan Emil mendapat untung lebi besar lagi.

Lalu apa alasan Emil saat mengikat tali panjang pada gigi Lina kemudian menarik tali itu sambil memacu kencang Lukas, kudanya? Mengapa pula dia membuat ayam-ayam dan babinya mabuk dengan memberi ampas anggur buah ceri? Bahkan di sendiri ikut-ikutan mabuk ... Dan mengapa dia mengurung ayahnya saat diadakan pesta di Katthult?

Tapi jangan salah sangka. Biarpun nakal, sebenarnya Emil baik hati dan penyayang. Buktinya dia rela menembus badai salju besar membawa Alfred yang sakit parah ke dokter di Mariannelund yang jauh-berkereta seorang diri hanya dibantu kudanya, Lukas. Perbuatannya sangat terpuji karena akhirnya Alfred berhasil diselamatkan. Ya .... semua beres kalau ada Emil." 


Books "KENAKALAN-KENAKALAN BARU EMIL"

Judul Asli : NYA HYSS AV EMIL I LONNEBERGA
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren
Illustration by Bjorn Berg
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Juni 2003 , 136 hlm
Rate : 5 of 5

"Pernahkah kau mendengar kisah Emil? Belum pernah? Ah, masa! Di Lonnerberga tak seorang pun yang tak kenal dia. Emil si badung dari Katthult, tak henti-hentinya berbuat kenakalan. Ibarat pepatah tiada hari tanpa Emil seperti laut tanpa garam (hanya saja 'bumbunya' terlalu banyak). 

Kenakalan Emil membuat ibunya bertambah rambut putih setiap harinya, namun ibunya tetap menyayangi Emil dan senantiasa berdoa ia akan menjadi anak yang berguna dan berjasa besar kelak, untuk itu ibunya selalu menulis kelakuan-kelakuan Emil di buku (yang menjadi kejengkelan ayahnya karena memboroskan kertas, menulis tentang Emil menghabiskan berlembar-lembar kertas dan juga menghabiskan pensil).

Ingin tahu apa saja yang telah dilakukan Emil? Dari catatan tanggal 27 Juli, Emil tidak nakal karena sedang demam. Tapi pada pukul 10 malam, tiba-tiba Emil merasa sehat dan timbul ide untuk membantu Lina, pembantu rumahnya menangkap tikus. Maka Emil memasang perangkap tikus di bawah meja makan tempat ayahnya selalu meletakkan kaki saat pagi hari sambil menikmati kopi. Maka keesokkan paginya Emil terbangun oleh teriakkan mengerikan, jeritan ayahnya karena jempol kakinya terjepit diperangkap tikus. 

Emil segera dimasukkan ke pondok perabotan tempat hukumannya dan mulai meraut orang-orangan kayu ke-98 (setiap kali dihukum di pondok perabot Emil membuat patung kayu, jadi kita bisa tahu berapa banyak kenakalan Emil dari jumlah patung-patung yang ada). Setelah dirasa cukup, Emil keluar dan melihat ayahnya duduk muram, ia ingin menghibur dengan menunjukkan adonan dadih darah yang akan dibuat bakso kegemaran ayahnya. Akibat terlalu bersemangat, mangkuk terlepas & mengguyur kepala ayahnya. 

Emil harus masuk pondok lagi dan mengukir patung ke-99. Sebagai pengganti makanan, ibunya menyruh Lina membuat adonan serabi dari kentang. Namun Emil yang capek dan pegal duduk lama di pondok berusaha melemaskan badannya dengan berlari-lari mengejar adiknya, Ida bermain 'kena kau' dan ketika berpapasa dengan Lina yang membawa mangkuk adonan serabi, otomatis jari Emil menusuk ke perut Lina dan berkata : 'kena kau' - akibatnya ayah Emil kembali terguyur adonan baru dan Emil harus membuat patungnya yang ke-100 hari itu juga.

Masih banyak catatan kenakalan Emil, seperti pada hari Rabu, 31 Oktober, saat Emil berkat kepandaiannya membeli seekor kuda tanpa mengeluarkan uang sama sekali, menyulut kembang api sehingga membuat seluruh penduduk Vimmerby panik dan kalang kabut karena menyangka ada komet jatuh (terutama Nyonya Petrell yang mengetahui bahwa kiamat tiba dengan tanda-tanda komet jatuh). Atau catatan hari Senin, 26 Desember - merupakan pengalaman Emil paling mengasyikkan ketika ia mendatangkan semua penghuni panti penampungan tuna wisma dan membuat 'Pesta Sikat Bersih' di Katthult (padahal besoknya tamu-tamu ayah dan ibunya datang ke perjamuan besar Katthult). Mengenal Emil tidak akan pernah bosan."