Translate

Saturday, December 1, 2012

Authors "JACQUELINE WILSON"

~ All About Jacqueline Wilson  ~


Dame Jacqueline Wilson , DBE, FRSL , lahir pada tanggal 17 Desember 1945 di Bath, Inggris. Beliau adalah seorang penulis asal Inggris yang terkenal dengan keberaniannya menulis tema-tema yang lebih luas dan beragam pada bacaan anak-anak.  Terlihat pada sebagian besar novelnya mengungkap problematika seputar isu tentang adopsi, perceraian dan penyakit kelainan mental mental. Mengusung tema-tema tersebut membuatnya dianggap kontroversial karena buku-buku tersebut ditujukan pada pembaca usia muda, mulai anak-anak hingga remaja. 

Beliau menulis berbagai seri buku. Dan yang cukup terkenal adalah tokoh Tracy Beaker, yang muncul pertama kali pada tahun 1991 lewat buku The Story of Tracy Beaker. Kisah ini disusul dengan 3 buku lanjutan dan CBBC membuat 2 adaptasi dari The Story of Tracy Beaker dan Tracy Beaker Returns. Dan hampir sebagian besar karyanya diadaptasi dalam bentuk drama, serial TV maupun film layar lebar produksi khusus. 

[ source ]
Semasa kanak-kanak, ia dikenal sebagai anak yang memiliki imajinasi tinggi dan suka menciptakan kisah-kisah. Benaknya akan melayang menuju dunia yang lain sehingga seringkali tidak mampu memusatkan perhatian pada pelajaran sekolah, bahkan salah satu gurunya menjulukinya sebagai ‘Jacky Daydream’ ( Jacky Si Pemimpi) yang kelak menjadi salah satu nickname dalam autobiografinya. Pada usia 9 tahun ia sudah menulis novel pertamanya di dalam jurnal sepanjang 18 halaman dengan judul Meet the Magots – kisah tentang keluarga dengan 7 orang anak. 

Pada usia 16 tahun Jacky memutuskan meninggalkan bangku sekolah dan mencari kehidupan yang lebih menarik di dunia luar. Maka pada usia 17 tahun ia berhasil memperoleh tawaran pekerjaan salah satu cabang DC Thompson – perusahaan penerbitan dan publikasi besar. Hingga ia jatuh cinta pada seorang calon polisi bernama Milar Wilson, dan menikah pada tahun 1965 ketika ia baru berusia 19 tahun. Dua tahun kemudian, Emma – putrinya lahir. Dan pada tahun 2004 setelah perpisahan sekian lama, akhirnya beliau bercerai dari sang suami. Maka Jacky memutuskan fokus pada dunia penulisan dan membesarkan putrinya. 

[ source ]
Novel-novel awalnyabertema fiksi kriminal. Kemudian akhirnya Jacky beralih pada kisah anak-anak,dan pada usia 40 tahun, karir penulisannya telah menghasilkan lebih dari 40 buku, sebelum bukunya melejit lewat The Story of Tracy Beaker di tahun 1991, yang telah dicetak dan terjual lebih dari 30 juta kopi. Hingga kini karya-karyanya memiliki ciri khas dan tema yang tidak biasa terdapat pada buku anak-anak. Tema yang mengangkat masalah penyiksaan fisik maupun mental (abuse), mengatasi dan membicarakan tentang kedukaan akibat kehilangan sosok yang dikasihi (grief), perceraian, panti asuhan atau program orang tua angkat, serta keluarga dengan anggota yang memiliki kelainan mental. 

[ source ]
Bekerja sama dengan illustrator Nick Sharratt yang mampu menampilkan ekspresi serta adegan dalam kisah-kisahnya, bahkan setiap cover sampul buku beliau pun dibuat khusus oleh Nick Sharratt, menjadi ciri khas tambahan bagi para penggemar karya-karya beliau.   

Jika ingin mengetahui buku-buku beliau, ini sebagian dari sekian banyak judul karyanya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia :

[ source ]
Tracy Beaker Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Girls Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Hetty Feather Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Popular Children’s Non-Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang beliau serta karya-karya dan berbagai adaptasi bukunya, silahkan kunjungi berbagai situs di bawah ini : 


Best Regards, 
* Hobby Buku * 
"An Introduction from Dame Jacqueline Wilson on her Home Page" [ source ]

Authors "LAURA INGALLS WILDER"



~ All About Laura Ingalls Wilders  ~

Laura Elizabeth Ingalls Wilder ( 7 Februari 1867 – 10 Februari 1957 ) adalah penulis asal Amerika yang terkenal melalui karyanya serial Little House – yang merupakan catatan perjalanan hidupnya semenjak kanak-kanak hingga ia berkeluarga. Kisah perjalanan keluarga Ingalls yang merupakan gambaran  unik keluarga pioner yang berpindah-pindah tempat, mencari suatu lahan luas yang masih liar dan menetap hingga membentuk sebuah koloni. 

Laura merupakan putri kedua dari pasangan Charles Phillip Ingalls dan Caroline Lake (Quiner) Ingalls. Kakak tertuanya Mary Amelia, buta saat menderita demam semasa kanak-kanak. Adiknya Caroline ‘Carrie’ Celestia, Charles Frederick (meninggal saat dalam kandungan) dan si bungsu Grace Pearl. Mereka semua tinggal di sebuah bangunan besar yang terbuat dari balok-balok kayu (log cabin) di area yang disebut Little House Wayside. Kehidupan masa kanak-kanak inilah yang merupakan bahan kisah yang tertuang dalam buku Little House in the Big Woods.

~ Little Laura ~ [ source ]
Sang ayah, yang memiliki semangat seorang pioner, mencari dan membuka lahan serta pemukiman di wilayah yang masih dianggap liar. Saat itu secara hukum lahan yang subur itu merupakan wilayah suku Indian. Namun seiring dengan perkembangan jaman, modernisasi mulai masuk dan pertumbuhan serta perkembangan suatu kota yang pasti diiringi dengan kehadiran para investor, mengambil lahan-lahan milik suku Indian, yang menimbulkan peperangan sekian lamanya.

Laura mulai menulis semenjak kanak-kanak, terinspirasi oleh sang ibu serta neneknya yang juga menulis semacam jurnal harian. Bahkan saat ia menerima ijazah serta ijin untuk mengajar di sekolah, kegiatan menulis merupakan pengisi waktu yang dilakukannya, terutama saat ia berada di kota lain, jauh dari keluarganya. Seiring dengan waktu kumpulan tulisan itu dibukukan dan disimpan sebagai arsip pribadi, dan Laura sibuk dengan urusan keluarganya, hingga ia menikah pada usia 18 tahun dengan Almanzo Wilder, 28 tahun, pemuda yang telah mapan dan memiliki lahan sendiri. 

[ source ]
Penggambaran perjuangan pasangan baru ini membuka lahan dan bertani, sebuah pekerjaan yang sangat sulit apalagi bagi mereka yang terbiasa hidup di kota. Kelahiran Rose –putri mereka menambah semarak kehidupan keluarga ini. Dan Rose Wilder Lane setelah menikah dan mengikuti jejak sang ibu, menjadi penulis sekaligus jurnalis, menemukan arsip catatan keluarga mereka dan membantu merapikan serta mengumpulkan hingga menjadi rangkaian seri Little House yang terkenal di penjuru dunia.

Hingga kini seri Little House merupakan kisah klasik populer, dan tak pernah membosankan dibaca oleh kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa dari waktu ke waktu. Adapun serial ini terdiri atas judul-judul sebagai berikut : 


[ source ]
  • Little House In The Big Woods ( 1932 ) | menerima Lewis Carroll Shelf Award di tahun 1958
  • Farmer Boy ( 1933 ) | kisah tentang masa kanak-kanak Almanzo Wilder di peternakan keluarga di New York.
  • Little House On The Prairie ( 1935 )
  • On The Bank of Plum Creek ( 1937 )  | menerima Newbery Honor Award
  • By The Shores of Silver Lake ( 1939 ) | menerima Newbery Honor Award
  • The Long Winter ( 1940 ) | menerima Newbery Honor Award
  • Little Town on The Prairie ( 1941 ) | menerima Newbery Honor Award
  • These Happy Golden Years ( 1943 ) | menerima Newbery Honor Award
  • On The Way Home ( 1962 ) | catatan perjalanan Laura saat mengikuti sang suami berpindah-pindah kota hingga pulang ke tempat asal keluarganya.
  • The First Four Years ( 1971 )
  • West from Home ( 1974 ) | surat-menyurat antara Laura dengan Almanzo, saat ia bepergian mengunjungi Rose di San Fransisko.
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang karya-karya lain dari Laura Ingalls Wilder serta berbagai peninggalan sejarah yang ditinggalkan dan masih menjadi sarana wisata bagi para pengunjung yang mencintai karya-karyanya, silahkan kunjungi situs-situ berikut ini : 


[ source ]

Best Regards,
* Hobby Buku* 

Sunday, November 18, 2012

Books "KARLSSON SI MANUSIA ATAP"

Judul Asli : LILLEBROR OCH KARLSSON PA TAKET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1955
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Januari 2007 , 168 hlm
Rate : 3 of 5 

[ source ]
"Lillebror adalah seorang anak laki-laki biasa berusia tujuh tahun yang tinggal di Stockholm. Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, Bosse - limabelas tahun dan Bettan - empatbelas tahun dari keluarga Svantesson, keluarga yang biasa-biasa saja. Satu-satunya yang tidak biasa adalah di atap gedung tempat tinggal mereka tinggal Karlsson Si Manusia Atap. Dia - si Karlsson, benar-benar tinggal di atas atap gedung. Karlsson sangat pendek, gendut, bulat, dan lagatnya seperti bos. Keistimewaannya, Karlsson bisa terbang, benar-benar terbang sendiri tanpa semacam pesawat terbang. Karlsson tinggal memutar semacam tombol di sekitar pusarnya, kemudian ... bruuummm ...... mesin kecil aneh di punggungnya akan berputar. Setelah mesin mulai panas, maka perlahan-lahan Karlsson akan terangkat & melayang-layang di angkasa. 

[ source ]
Sejak bertemu dan berkenalan dengan Karlsson, hidup Lillebror tidak pernah jadi biasa-biasa saja. Hal ini disebabkan karena Karlsson suka sekali dengan segala macam permainan bahkan tidak jarang berbuat usil atau nakal sekedar memuaskan keinginannya. Tidak sedikit beberapa kejadian menyebabkan Lillebror mengalami kesulitan dan masalah besar. Juga ditambah bahwa tidak ada satu pun anggota keluarga Svantesson pernah melihat apalagi bertemu dengan Karlsson. Mereka mengira Karlsson hanya karangan Lillebror, akal-akaln supaya Lillebror terhindar dari hukuman atas perbuatan-perbuatan nakal yang terjadi (yang sebenarnya memang disebabkan bahkan dilakukan oleh Karlsson). Lalu bagaimana Lillebror memberikan penjelasan dan bukti yang akurat, bahkan Karlsson memang ada."


Books "PIPPI DI NEGERI TAKA-TUKA"

Judul Asli : PIPPI LANGSTRUMP I SODERHAVET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1948
Illustration by Roft Rettich
from German Edition : PIPPI IN TAKA-TUKA-LAND
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : Januari 2001 , 136 hlm
Rate : 4 of 5 

"Pippi masih ada di Pondok Serbaneka. Ia tidak jadi berangkat ke pulau Taka-Tuka dan masih bermain-main dengan Thomas dan Annika. Tidak ada yang bisa membuat Pippi meninggalkan sahabat-sahabat dan tempat tinggalnya yang unik. Bahkan ketika datang seorang laki-laki kaya dari kota besar yang hendak membeli dan meruntuhkan Pondok Serbaneka - ia harus berhadapan terlebih dahulu dengan gadis cilik yang kuat sekali.

[ source ]
Pippi menikmati hari-harinya di Pondok Serbaneka bersama kuda dan Mr. Nilsson, monyetnya. Tapi terkadang ia berkunjung ke rumah sebelah, tempat tinggal keluarga Settergren, keluarga Thomas dan Annika. Seperti saat Bibi Laura berkunjung, maka Pippi juga mengundang dirinya sendiri untuk datang bertamu. Meski bertingkah laku seenaknya bahkan tidak menggunakan aturan semestinya, Pippi sekali lagi berhasil membuat Bibi Laura yang sedang sedih jadi lebih gembira.

Saat liburan musim panas telah usai, dimana Thomas dan Annika harus kembali masuk sekolah seperti anak-anak yang lain, maka Pippi meluangkan waktunya untuk tetap berjumpa dengan mereka. Terutama saat hari pembagian hadiah oleh Mrs. Rosenblom di sekolah. Mrs. Rosenblom adalah wanita tua kaya raya yang setiap setengah tahun sekali mengadakan lomba bagi anak-anak yang manis, baik, dan rajin akan mendapatkan hadiah yang sudah dipersiapkan. Sedangkan yang tidak berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan akan menderita malu dan tidak mendapat hadiah apapun atau yang terjelek mereka mendapat hadiah celana dalam wol. Semua anak termasuk Thomas & Annika yang termasuk anak pandai, takut dan tegang menghadapi Mrs. Rosenblom. 

[ source ]
Tiba-tiba di tengah pembagian Pippi muncul. Bukan Pippi namanya jika tidak kehilangan akal dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan, walau semua jawabannya dianggap salah dan ngawur. Maka Pippi harus bergabung dengan barisan anak-anak yang dipermalukan. Melihat kesedihan anak-anak itu, Pipi mengadakan perlombaan menjawab pertanyaan sendiri. Pada akhirnya setiap anak-anak yang asalnya bersedih karena dianggap gagal oleh Mrs. Rosenblom, tetap dapat pulang dengan bahagia dan gembira - karena Pippi dengan baik hati memberikan hadiah satu keping emas dan sekantong besar permen. "Terima Kasih Pippi yang baik hati," kata mereka. "Ah, tidak usah berterima kasih, yang penting kalian selalu ingat bahwa aku menyelamatkan kalian dari kemungkinan mendapat hadiah celana dalam wol," kata Pippi.

Hari demi hari berlalu. Musim pun berganti dengan cepat. Musim gugur telah lewat, tak terasa sudah musim dingin. Dengan kesibukan sekolah yang makin tinggi, cuaca yang tidak mndukung, kondisi kesehatan Thomas dan Annika juga semakin menurun. Mereka semakin lesu, pipi pucat dan nafsu makan memburuk. Sampai akhirnya suatu hari mereka terserang penyakit campak. Satu-satunya yang dapat menghibur mereka saat harus beristirahat total di dalam kamar masing-masing adalah Pippi. Walau tidak diijinkan masuk karena takut tertular, Pippi menghibur sahabat-sahabatnya dengan permainan dan melucu lewat jendela. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi Thomas dan Annika mulai membaik walaupun masih lemas & pucat. Namun mereka semua dikagetkan dengan kedatangan sepucuk surat untuk Pippi. Surat dari ayahnya Sang Raja Pulau Taka-Tuka yang isinya mengabarkan bahwa ia akan menjemput Pippi untuk datang ke pulau. Seketika Thomas dan Annika kembali merasa lemas.

[ source ]
Maka pada suatu pagi yang indah di bulan Maret, kapal Kapten Efraim I. Langstrump memasuki pelabuhan. Para warga kota berkumpul menyambut kedatangannya. Pippi benar-benar merasa gembira dengan hal ini, lain halnya dengan Thomas dan Annika, mereka seperti menjalani suasana menyedihkan yang pernah terjadi sebelumnya. Namun kesedihan itu tidak berlangsung lama karena Pippi punya kejutan, Thomas dan Annika diajak berangkat dan tinggal bersama di pulau Taka-Tuka. Bahkan kedua orang tua mereka mengijinkan mereka berlibur untuk memulihkan kondisi kesehatan. (ini juga berkat saran dokter yang menganjurkan agar Thomas dan Annika berganti suasana). Maka bersiap-siaplah ketiga sahabat berserta awak kapal berlayar menuju pulau Taka-Tuka.

Setelah berlayar berhari-hari, akhirnya tibalah rombongan di pulau Taka-Tuka. Tentu saja kedatangan sang Raja yan dicintai rakyatnya disambut dengan meriah. Dengan segera sang Putri atau Pippi beserta kedua temannya mendapat teman-teman baru dan menyesuaikan diri dengan cepat. Banyak sekali pengalaman dan petualangan yang mereka alami. Mulai berganti pakaian yang sesuai (sehingga kulit mereka yang pucat segera berubah kecoklatan), menyusuri tebing, menjelajah gua-gua, bahkan menyelam mencari kerang mutiara di perairan yang banyak hiu-nya. Tapi yang paling menegangkan ketika seluruh orang dewasa penghuni pulau Taka-Tuka pergi ke pulau lain untuk menyertai sang Raja berburu babi hutan. Maka di pulau hanya tinggal anak-anak saja. Saat itulah pulau Taka-Tuka kedatangan sepasang penjahat, Jim dan Buck yang hendak merampok mutiara-mutiara yang berada di pulau tersebut. Namun penjahat tersebut tidak memperhitungkan adanya Pippi sebagai putri dan pemimpin pengganti sementara sang Raja tidak ada di tempat. Berkat akal cerdik dan kekuatan Pippi didukung anak-anak pulau, para penjahat berhasil diusir. 

[ source ]
Tak terasa sudah berbulan-bulan mereka berada di pulau Taka-Tuka. Thomas dan Annika mulai merindukan keluarga mereka, apalagi Natal semakin dekat. Maka suatu hari Pippi berkata, "Thomas, Annika mari kita kembali ke Pondok Serbaneka." Setelah melakukan persiapan dan perpisahan dengan sahabat-sahabat baru di pulau, Pippi, Thomas dan Annika berangkat berlayar dengan tujuan pulang sebelum Natal tiba. Ternyata perjalanan pulang tidak dapat berjalan lancar sesuai rencana. Perjalanan mereka memakan waktu lebih lama, sehingga saat akhirnya kapal mereka berlabuh di kota sudah mencapai awal bulan Januari. Walau gembira dan bahagia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya, Thomas dan Annika merasa kehilangan akan peringatan Natal yang mereka lewatkan. Sekali lagi Pippi yang baik hati mampu menunjukkan kebesaran hatinya dengan memberikan kejutan besar bagi kedua sahabatnya."


Friday, July 6, 2012

RAD Enid Blyton's [ 1 ] : "THE ADVENTURES SERIES"


READ-A-LONG with ENID BLYTON ( 1 )

Minggu perdana kali ini tentang buku-buku yang menjadi teman dan penghibur semasa kecil dan memperkenalkan diriku bahwa ada dunia lain yang dialami anak-anak, dunia yang menyenangkan dan menghibur, penuh petualangan yang menegangkan, dan mampu menghilangkan kebosanan. Siapa lagi jika bukan karya-karya penulis ENID BLYTON (^_^)

Dengan nama lengkap Enid Mary Blyton Pollock Darrell Waters ( 1897-1968 ), penulis asal Inggris yang telah menghasilkan karya-karya tulis berupa novel, buku anak, dan puisi yang tersebar seantero dunia, diterjemahkan dalam berbagai bahasa.
Info lengkap tentang beliau : Enid Blyton's Site

Karya-karya beliau yang cukup terkenal dan sudah diterjemahkan di antaranya :
1.       Seri PETUALANGAN ( ADVENTURE Series )
2.       Seri LIMA SEKAWAN ( FAMOUS FIVE Series )
3.       Seri MALORY TOWERS ( MALORY TOWERS Series )
4.       Seri ST.CLARE ( ST. CLARE Series )
5.       Seri SAPTA SIAGA ( SECRET SEVEN Series )
6.       Seri EMPAT SEKAWAN ( BARNEY JUNIOR MYSTERY Series )
7.       Seri PASUKAN MAU TAHU ( MYSTERY Series )
8.       Seri SI BADUNG ( NAUGHTIEST GIRL Series )

Nah yang akan kubahas minggu ini termasuk ADVENTURE Series ( terjemahan Indonesia : seri Petualangan ). 

Tokoh-tokoh utama adalah kakak-beradik Philip dan Dinah, serta dua bersaudara Lucy-Ann dan Jack. Dua pasang bocah ini bukan saudara kandung, tetapi nantinya mereka menjadi satu keluarga besar setalah bersama-sama mengalami petualangan menegangkan yang nyaris merenggut nyawa masing-masing.

Philip bocah periang yang suka sekali dengan binatang, terutama berbagai jenis serangga. Dan herannya hewan-hewan tersebut juga bisa langsung ’lengket’ pada Philip, mengikuti bahkan benar-benar ‘menempel’ pada Philip, kemana pun ia pergi. 

Dinah – adik Philip, baik hati kecuali jika berhubungan dengan hewan-hewan peliharaan Philip yang cenderung menjijikan dan membuatnya merinding ( bayangkan membawa kadal, ular, laba-laba hehe ). Meski demikian Dinah seorang gadis yang pemberani dan tidak takut berpetualang karena dia memang tidak suka berdiam diri di dalam rumah, apalagi jika liburan tiba. 

Jack – anak yang periang tapi bertanggung jawab, terutama jika menyangkut adiknya tersayang Lucy-Ann. Jack sangat menyukai burung, dan senantiasa menantikan waktu liburan di mana ia bisa bepergian mengamati berbagai macam burung di lingkungan bebas. Dan Jack memiliki peliharaan unik, seekor burung kakak tua nakal bernama Kiki, yang juga suka bertualang, bahkan beberapa kali menyelamatkan nyawa anak-anak tersebut dengan tingkah laku yang bandel dan cerdik. 

Lucy-Ann gadis cilik yang lembut hati, merupakan kesayangan semua orang, namun yang paling Lucy-Ann sayangi tentu saja Jack – kakak sekaligus pahlawan pelindungnya, yang tidak pernah segan terjun langsung kapan saja Lucy-Ann membutuhkan bantuannya.  Jika harus memilih Lucy-Ann tidak suka dengan petualangan, ia lebih suka berdiam di rumah, tapi tentu saja ia tak mau jika ditinggal sendirian oleh saudara-saudaranya. Meski dianggap penakut, justru dalam keadaan berbahaya, Lucy-Ann berani melawan siapa saja yang menyakiti orang-orang yang dicintainya - termasuk Kiki si kakak tua bandel.

Jack dan Lucy-Ann, yatim-piatu yang menjadi akrab dengan Philip dan Dinah, dan kemudian mereka menjadi satu keluarga setelah petualangan mereka bersama. Selain ibu Philip dan Dinah, ada pula tokoh Bill Smugs - agen rahasia yang secara tidak sengaja terlibat dalam petualangan keempat anak itu, dan akhirnya menjadi sahabat karib yang senantiasa siap menolong kapan pun mereka butuh bantuannya.  Tentunya tenaga dan kemampuan Bill dibutuhkan karena petualangan mereka bukan hanya di Inggris, tetapi juga di Skotlandia, Wales, bahakn sampai ke Austria, Yunani dan Timur Tengah !!

Bukan saja kisah-kisahnya yang penuh dengan petualangan menegangkan, bahkan untuk buku-buku yang dibaca ulang beberapa kali, tak pernah ada bosannya meskipun sudah tahu plot –alur serta ending kisahnya, masih saja menarik … mengalahkan beberapa buku terbaru yang masuk bestseller saat ini, terkadang hanya sekali baca, tak pernah ada niatan untuk baca ulang kembali. 

Padahal jika dipikirkan, temanya tidak terlalu rumit, bahasa dan penyampaiannya pun cukup simple – tetapi justru itu yang membuatku tak pernah bosan. Apalagi dengan illustrasi yang sangat menarik, aku bahkan hunting edisi lama yang ada illustrasi covernya (^_^)

Saat ini penerbit yang memegang licence buku-buku Enid Blyton sedang cetak ulang, sehingga memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk melengkapi koleksinya. 

Namun satu hal yang aku sayangkan, keputusan untuk mengganti cover depan yang merupakan ‘trade-mark’ buku-buku Enid Blyton dengan illustrasi yang memang mungkin berkesan untuk anak-anak, tetapi sungguh sangat *menjatuhkan nilai novel itu sebagai koleksi* … mungkin ini hanya diriku yang berpendapat demikian, tapi untuk seri-seri klasik, meskipun dalam edisi terjemahan, diriku menginginkan versi orisinal juga ditampilkan, karena itulah yang membedakan karya klasik dengan novel-novel baru.  Nah, bagaimana dengan pengalaman dan pendapat kalian ....

Best Regards,
* Secret Garden *