Translate

Sunday, December 2, 2012

Authors "ENID BLYTON"



[ source ]
~ All About Enid Blyton ~

Enid Mary Blyton ( 11 Agustus 1897 – 28 November 1968 ) adalah penulis buku anak asal Inggris yang juga dikenal dengan nama pena Mary Pollock. Karya-karyanya merupakan rangkaian serial buku yang dibagi atas dasar karakter yang berbeda-beda dan ditujukan untuk berbagai variasi usia anak mulai tahap dasar hingga lanjutan. Hampir semua karyanya memperoleh tanggapan positif dan telah diterjemahkan lebih dari 90 bahasa serta tersebar di penjuru dunia. Hingga kini telah terjual lebih dari 600 juta kopi di dunia buku. 

Salah satu karakter ciptaannya yang terkenal adalah Noddy – yang ditujukan untuk anak-anak usia kanak-kanak sebagai pembaca pemula. Namun perkembangan novelnya membuahkan serial bagi anak-anak remaja yang bertemakan petualangan dan misteri, tanpa melibatkan terlalu banyak campur-tangan orang dewasa. 

Serial yang terkenal di antaranya adalah Lima Sekawan (The Famous Five) yang terdiri dari 21 novel  yang terbit sepanjang  tahun 1942 – 1963, kisah petualangan 4 orang anak dengan anjing peliharaanya ; Pasukan Mau Tahu (The Five Find-Outers and Dog) terdiri dari 15 novel  terbit sepanjang 1943 – 1961, kisah petualangan 4 orang anak yang sellau berhasil mengalah polisi setempat dalam menuntaskan kasus-kasus misteri ; serta Sapta Siaga (The Secret Seven) yang terdiri dari 15 novel yang rilis selama 1949 – 1963, kisah perkumpulan rahasia 7 orang anak dalam memecahkan berbagai misteri aneh di sekeliling mereka. 

Karya-karyanya menarik minat para pembaca terutama kalangan anak-anak karena melibatkan petualangan, fantasu dan terkadang berkaitan dengan sihir (magic). Hingga akhir hayatnya, karya-karya beliau mencapai hampi 800 buku sepanjang karirnya selama 40 tahun. Kini sebagian besar hak cipta dan hak milik dari karya-karyanya ditangani langsung oleh Chorion Limited of London, termasuk yang paling terkenal Noddy dan The Famous Five.

[ source ]
Perjalanan kehidupan pribadi Enid tidak terlalu membahagiakan. Sebagai satu-satunya putri dari 3 bersaudara, ia sangat dekat dan memuja ayahnya, sehingga ketika sang ayah pergi meninggalkan keluarganya untuk tinggal dengan wanita lain, si kecil Enid menjadi sangat hancur dan beranjak dewasa, ia tak mampu memperbaiki hubungan baik dengan sang ibu yang dianggap sebagai penyebab ketidak-bahagiaan di kediaman mereka. 

Pernikahannya dengan Mayor Hugh Alexander Pollock – editor buku di sebuah penerbitan, pada tanggal 24 Agustus 1924, dan mereka pindah ke kediaman yang disebut sebagai Green Hedges. Sayangnya pernikahan ini tidak membawa kebahagiaan bagi dirinya, sehingga kendati mereka dikarunia 2 orang putri : Gillian Mary Baverstock ( 15 Juli 1931 – 24 Juni 2007 ) dan Imogen Mary Smallwood ( 27 Oktober 1935 ), krisis kehidupan rumah tangga mereka menyeruak dan proses perceraian yang panjang terjadi semenjak tahun 1941. 

[ source ]
Pada tanggal 20 Oktober 1943, Blyton menikah kedua kalinya dengan Kenneth Fraser Darrel Waters – seorang ahli bedah asal London. Dan Blyton membawa serta kedua putrinya, melarang kunjungan dari ayah kandung mereka dan mengubah nama putri-putri, menghapus nama Pollock. Menurut kabar, pernikahan kedua ini membawa kebahagiaan pada Blyton, hingga akhir hayatnya. 

Meski tanggapan serta respons para pembaca dari seluruh penjuru dunia sangat tinggi, Blyton mengalami masa-masa sulit dalam memperjuangkan dan memberitakan karya-karyanya. Terutama semasa awal tahun 1930-an, selain krisis dalam pernikahan pertama, Blyton mengalami kehilangan kepercayaan terhadap Gereja Katolik Roma. Kemudian muncul isu-isu bahwa karya-karya Blyton harus masuk dalam daftar buku-buku terlarang (banned books) karena tidak layak bagi bacaan anak-anak serta mengandung nilai-nilai amoral, seksis dan SARA. 

[ source ]
Blyton tetap berjuang melawan semua isu yang berusaha memblokir dirinya. Pada pernikahan kedua, sang suami turut membantu dalam proses klarifikasi dan publisitas karya-karya Blyton. Dan pada akhirnya, para penggemar dan pecinta karyanya mampu menikmati hasil karyanya secara menyeluruh melalui berbagai media. Bahkan setelah kematiannya, publikasi otobiografi yang ditulis oleh putri keduanya Imogen, meski sempat menjadi polemik karena kisah tersebut menjatuhkan nama Blyton sebagai public-figure seorang pecinta anak, namun tak mendapat dukungan kuat bahkan putri pertamanya Gillian justru menentang isi buku yang ditulis oleh Imogen. Terlepas dari semua kontroversi yang terjadi, hingga kini karya-karya Enid Blyton tetap digemari dan dicari oleh para pecinta buku.

Jika dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi, karya-karyanya terbagi dalam 3 jenis yang berbeda. Yang pertama merupakan petualangan anak-anak muda dalam menghadapi hal-hal yang tak terduga dan berusaha menyelesaikan permasalahan, atau terlibat dalam situasi yang berbahaya ( contoh : The Famous Five, Secret Seven dan Adventures Series). Yang kedua adalah kisah kehidupan anak-anak di sekolah asrama ( contoh : Malary Towers dan St. Claire ). Dan yang ketiga berkaitan dengan dongeng, fairy-tales, fantasi dan sihir ( contoh : The Wishing Chair dan The Faraway Tree ).

[ source ]
Untuk memudahkan pencarian buku-buku karya beliau, terutama yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ini sebagian judul-judul yang masih terdata di penerbit :


( source )
PASUKAN MAU TAHU  
[ Mystery Series | The Five Find-Outers Series ]
  1. Misteri Pondok Terbakar | The Mystery of the Burnt Cottage
  2. Misteri Kucing Siam | The Mystery of the Dissappearing Cat
  3. Misteri Kamar Tersembunyi | The Mystery of the Secret Room
  4. Misteri Surat Kaleng | The Mystery of the Spiteful Letters
  5. Misteri Kalung Curian | The Mystery of the Missing Necklace
  6. Misteri Gedung Tua | The Mystery of the Hidden House
  7. Misteri di Teater Kecil | The Mystery of the Pantomime Cat
  8. Misteri Pencuri Siluman | The Mystery of the Invisible Thief
  9. Misteri Pangeran Asing | The Mystery of the Vanished Prince
  10. Misteri Bungkusan Aneh | The Mystery of the Strange Bundle
  11. Misteri di Holly Lane | The Mystery of Holly Lane
  12. Misteri di Tally-Ho | The Mystery of Tally-Ho Cottage
  13. Misteri Penyamar Ulung | The Mystery of the Missing Man
  14. Misteri Berita Aneh | The Mystery of the Strange Messages
  15. Misteri Rumah Setan | The Mystery of Banshee Towers 

( source )
LIMA SEKAWAN [ The Famous Five ]

  1. LS : Di Pulau Harta | Five on the Treasure Island
  2. LS : Beraksi Kembali | Five Go Adventuring Again
  3. LS : Minggat | Five Runaway Together
  4. LS : Ke Sarang Penyelundup | Five Go to Smuggler’s Top
  5. LS : Berkelana | Five Go Off in a Caravan
  6. LS : Rahasia di Pulau Kirrin | Five on Kirrin Island Again
  7. LS : Memburu Kereta Api Hantu | Five Go Off to Camp
  8. LS : Nyaris Terjebak | Five Get Into Trouble
  9. LS : Jo-Anak Gelandangan | Five Fall Into Adventure
  10. LS : Rahasia Harta Karun | Five on a Hike Together
  11. LS : Sarjana Misterius | Five Have a Wonderful Time
  12. LS : Dalam Lorong Pencoleng | Five  Go Down to the Sea
  13. LS : Rawa Rahasia | Five Go to Mystery Moor
  14. LS : Menyamarkan Teman | Five Have Plenty of Fun
  15. LS : Melacak Jejak Rahasia | Five on a Secret Trail
  16. LS : Ke Bukit Billycock | Five Go to Billycock Hill
  17. LS : Rahasia Logam Ajaib | Five Get Into a Fix
  18. LS : Memperjuangkan Harta Finniston | Five on Finniston Farm
  19. LS : Karang Setan | Five Go to Demon’s Rocks
  20. LS : Di Pulau Seram | Five Have a Mystery to Solve
  21. LS : Sirkus Misterius | Five Are Together Again

PETUALANGAN [ The Adventure Series ]

  1. Petualangan di Lembah Maut | The Island of Adventure
  2. Petualangan di Pulau Suram| The Castle of Adventure
  3. Petualangan di Puri Rajawali | The Valley of Adventure
  4. Petualangan di Laut Sunyi | The Sea of Adventure
  5. Petualangan di Gunung Bencana | The Mountain of Adventure
  6. Petualangan di Kapal Pesiar | The Ship of Adventure
  7. Petualangan di Sirkus Asing | The Circus of Adventure
  8. Petualangan di Sungai Ajaib | The River of Adventure

( source )
SAPTA SIAGA [ The Secret Seven Series ]
  1. SS : Serikat Sapta Siaga | The Secret Seven
  2. SS : Rahasia Jejak Bundar | Secret Seven Adventure
  3. SS : Memecahkan Rahasia Kapak Merah | Well Done Secret Seven
  4. SS : Mencari Jejak | Secret Seven on the Trail
  5. SS : Mencari Anjing Hilang | Go Ahead Secret Seven
  6. SS : Komplotan Misterius | Good Work Secret Seven
  7. SS : Gua Rahasia | Secret Seven Win Through
  8. SS : Rahasia Rumah Kosong | Three Cheers Secret Seven
  9. SS : Tuduhan Palsu | The Secret Seven Mystery
  10. SS : Misteri Biola Kuno | Puzzle for the Secret Seven
  11. SS : Bermain Api | Secret Seven Fireworks
  12. SS : Gara-Gara Teleskop | Good Old Secret Seven
  13. SS : Keributan Sesama Kawan | Shock for the Secret Seven
  14. SS : Membela Teman | Look Out Secret Seven
  15. SS : Menerima Tanda Jasa | Fun for the Secret Seven
MALORY TOWERS [ The Malory Towers Series ]
  1. Semester Pertama di Malory Towers | First Term at Malory Towers
  2. Kelas Dua di Malory Towers | Second Form at Malory Towers
  3. Kelas Tiga di Malory Towers | Third Year at Malory Towers
  4. Kelas Empat di Malory Towers | Upper Fourth at Malory Towers
  5. Kelas Lima di Malory Towers | In the Fifth at Malory Towers
  6. Semester Terakhir di Malory Towers | Last Term at Malory Towers
( source )
ST. CLARE [ The St. Clare Series ]
  1. Si Kembar di Sekolah Yang Baru | The Twins at St. Clare’s
  2. Kembali ke St. Clare | The O’ Sullivan Twins
  3. Musim Panas di St. Clare | Summer Term at St. Clare’s
  4. Kelas Dua di St. Clare | Second Form at St. Clare’s
  5. Claudine di St. Clare | Claudine at St. Clare’s
  6. Kelas Lima di St. Clare | Fifth Formers at St. Clare’s
SI BADUNG [ The Naughtiest Girl Series ]
  1. Cewek Paling Badung di Sekolah | The Naughtiest Girl in the School
  2. Sekali Lagi Si Paling Badung | The Naughtiest Girl Again
  3. Si Badung  Jadi Pengawas | The Naughtiest Girl is a Monitor
  4. Ini Dia Si Paling Badung ! | Here’s The Naughtiest Girl !  
Jika ingin mengenal dan mengetahui lebih lanjut tentang penulis beserta karya-karyanya serta semua adaptasi yang terkait, silahkan buka situs-situs di bawah ini :
[ source ]

Best Regards,
* Secret Garden *

Saturday, December 1, 2012

Authors "JACQUELINE WILSON"

~ All About Jacqueline Wilson  ~


Dame Jacqueline Wilson , DBE, FRSL , lahir pada tanggal 17 Desember 1945 di Bath, Inggris. Beliau adalah seorang penulis asal Inggris yang terkenal dengan keberaniannya menulis tema-tema yang lebih luas dan beragam pada bacaan anak-anak.  Terlihat pada sebagian besar novelnya mengungkap problematika seputar isu tentang adopsi, perceraian dan penyakit kelainan mental mental. Mengusung tema-tema tersebut membuatnya dianggap kontroversial karena buku-buku tersebut ditujukan pada pembaca usia muda, mulai anak-anak hingga remaja. 

Beliau menulis berbagai seri buku. Dan yang cukup terkenal adalah tokoh Tracy Beaker, yang muncul pertama kali pada tahun 1991 lewat buku The Story of Tracy Beaker. Kisah ini disusul dengan 3 buku lanjutan dan CBBC membuat 2 adaptasi dari The Story of Tracy Beaker dan Tracy Beaker Returns. Dan hampir sebagian besar karyanya diadaptasi dalam bentuk drama, serial TV maupun film layar lebar produksi khusus. 

[ source ]
Semasa kanak-kanak, ia dikenal sebagai anak yang memiliki imajinasi tinggi dan suka menciptakan kisah-kisah. Benaknya akan melayang menuju dunia yang lain sehingga seringkali tidak mampu memusatkan perhatian pada pelajaran sekolah, bahkan salah satu gurunya menjulukinya sebagai ‘Jacky Daydream’ ( Jacky Si Pemimpi) yang kelak menjadi salah satu nickname dalam autobiografinya. Pada usia 9 tahun ia sudah menulis novel pertamanya di dalam jurnal sepanjang 18 halaman dengan judul Meet the Magots – kisah tentang keluarga dengan 7 orang anak. 

Pada usia 16 tahun Jacky memutuskan meninggalkan bangku sekolah dan mencari kehidupan yang lebih menarik di dunia luar. Maka pada usia 17 tahun ia berhasil memperoleh tawaran pekerjaan salah satu cabang DC Thompson – perusahaan penerbitan dan publikasi besar. Hingga ia jatuh cinta pada seorang calon polisi bernama Milar Wilson, dan menikah pada tahun 1965 ketika ia baru berusia 19 tahun. Dua tahun kemudian, Emma – putrinya lahir. Dan pada tahun 2004 setelah perpisahan sekian lama, akhirnya beliau bercerai dari sang suami. Maka Jacky memutuskan fokus pada dunia penulisan dan membesarkan putrinya. 

[ source ]
Novel-novel awalnyabertema fiksi kriminal. Kemudian akhirnya Jacky beralih pada kisah anak-anak,dan pada usia 40 tahun, karir penulisannya telah menghasilkan lebih dari 40 buku, sebelum bukunya melejit lewat The Story of Tracy Beaker di tahun 1991, yang telah dicetak dan terjual lebih dari 30 juta kopi. Hingga kini karya-karyanya memiliki ciri khas dan tema yang tidak biasa terdapat pada buku anak-anak. Tema yang mengangkat masalah penyiksaan fisik maupun mental (abuse), mengatasi dan membicarakan tentang kedukaan akibat kehilangan sosok yang dikasihi (grief), perceraian, panti asuhan atau program orang tua angkat, serta keluarga dengan anggota yang memiliki kelainan mental. 

[ source ]
Bekerja sama dengan illustrator Nick Sharratt yang mampu menampilkan ekspresi serta adegan dalam kisah-kisahnya, bahkan setiap cover sampul buku beliau pun dibuat khusus oleh Nick Sharratt, menjadi ciri khas tambahan bagi para penggemar karya-karya beliau.   

Jika ingin mengetahui buku-buku beliau, ini sebagian dari sekian banyak judul karyanya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia :

[ source ]
Tracy Beaker Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Girls Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Hetty Feather Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Popular Children’s Non-Series : [ 'klik' pada judul akan masuk ke link penerbit ]

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang beliau serta karya-karya dan berbagai adaptasi bukunya, silahkan kunjungi berbagai situs di bawah ini : 


Best Regards, 
* Hobby Buku * 
"An Introduction from Dame Jacqueline Wilson on her Home Page" [ source ]

Authors "LAURA INGALLS WILDER"



~ All About Laura Ingalls Wilders  ~

Laura Elizabeth Ingalls Wilder ( 7 Februari 1867 – 10 Februari 1957 ) adalah penulis asal Amerika yang terkenal melalui karyanya serial Little House – yang merupakan catatan perjalanan hidupnya semenjak kanak-kanak hingga ia berkeluarga. Kisah perjalanan keluarga Ingalls yang merupakan gambaran  unik keluarga pioner yang berpindah-pindah tempat, mencari suatu lahan luas yang masih liar dan menetap hingga membentuk sebuah koloni. 

Laura merupakan putri kedua dari pasangan Charles Phillip Ingalls dan Caroline Lake (Quiner) Ingalls. Kakak tertuanya Mary Amelia, buta saat menderita demam semasa kanak-kanak. Adiknya Caroline ‘Carrie’ Celestia, Charles Frederick (meninggal saat dalam kandungan) dan si bungsu Grace Pearl. Mereka semua tinggal di sebuah bangunan besar yang terbuat dari balok-balok kayu (log cabin) di area yang disebut Little House Wayside. Kehidupan masa kanak-kanak inilah yang merupakan bahan kisah yang tertuang dalam buku Little House in the Big Woods.

~ Little Laura ~ [ source ]
Sang ayah, yang memiliki semangat seorang pioner, mencari dan membuka lahan serta pemukiman di wilayah yang masih dianggap liar. Saat itu secara hukum lahan yang subur itu merupakan wilayah suku Indian. Namun seiring dengan perkembangan jaman, modernisasi mulai masuk dan pertumbuhan serta perkembangan suatu kota yang pasti diiringi dengan kehadiran para investor, mengambil lahan-lahan milik suku Indian, yang menimbulkan peperangan sekian lamanya.

Laura mulai menulis semenjak kanak-kanak, terinspirasi oleh sang ibu serta neneknya yang juga menulis semacam jurnal harian. Bahkan saat ia menerima ijazah serta ijin untuk mengajar di sekolah, kegiatan menulis merupakan pengisi waktu yang dilakukannya, terutama saat ia berada di kota lain, jauh dari keluarganya. Seiring dengan waktu kumpulan tulisan itu dibukukan dan disimpan sebagai arsip pribadi, dan Laura sibuk dengan urusan keluarganya, hingga ia menikah pada usia 18 tahun dengan Almanzo Wilder, 28 tahun, pemuda yang telah mapan dan memiliki lahan sendiri. 

[ source ]
Penggambaran perjuangan pasangan baru ini membuka lahan dan bertani, sebuah pekerjaan yang sangat sulit apalagi bagi mereka yang terbiasa hidup di kota. Kelahiran Rose –putri mereka menambah semarak kehidupan keluarga ini. Dan Rose Wilder Lane setelah menikah dan mengikuti jejak sang ibu, menjadi penulis sekaligus jurnalis, menemukan arsip catatan keluarga mereka dan membantu merapikan serta mengumpulkan hingga menjadi rangkaian seri Little House yang terkenal di penjuru dunia.

Hingga kini seri Little House merupakan kisah klasik populer, dan tak pernah membosankan dibaca oleh kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa dari waktu ke waktu. Adapun serial ini terdiri atas judul-judul sebagai berikut : 


[ source ]
  • Little House In The Big Woods ( 1932 ) | menerima Lewis Carroll Shelf Award di tahun 1958
  • Farmer Boy ( 1933 ) | kisah tentang masa kanak-kanak Almanzo Wilder di peternakan keluarga di New York.
  • Little House On The Prairie ( 1935 )
  • On The Bank of Plum Creek ( 1937 )  | menerima Newbery Honor Award
  • By The Shores of Silver Lake ( 1939 ) | menerima Newbery Honor Award
  • The Long Winter ( 1940 ) | menerima Newbery Honor Award
  • Little Town on The Prairie ( 1941 ) | menerima Newbery Honor Award
  • These Happy Golden Years ( 1943 ) | menerima Newbery Honor Award
  • On The Way Home ( 1962 ) | catatan perjalanan Laura saat mengikuti sang suami berpindah-pindah kota hingga pulang ke tempat asal keluarganya.
  • The First Four Years ( 1971 )
  • West from Home ( 1974 ) | surat-menyurat antara Laura dengan Almanzo, saat ia bepergian mengunjungi Rose di San Fransisko.
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang karya-karya lain dari Laura Ingalls Wilder serta berbagai peninggalan sejarah yang ditinggalkan dan masih menjadi sarana wisata bagi para pengunjung yang mencintai karya-karyanya, silahkan kunjungi situs-situ berikut ini : 


[ source ]

Best Regards,
* Hobby Buku* 

Sunday, November 18, 2012

Books "KARLSSON SI MANUSIA ATAP"

Judul Asli : LILLEBROR OCH KARLSSON PA TAKET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1955
Illustration by Ilon Wikland
Alih Bahasa : Purnawati Olsson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : Januari 2007 , 168 hlm
Rate : 3 of 5 

[ source ]
"Lillebror adalah seorang anak laki-laki biasa berusia tujuh tahun yang tinggal di Stockholm. Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, Bosse - limabelas tahun dan Bettan - empatbelas tahun dari keluarga Svantesson, keluarga yang biasa-biasa saja. Satu-satunya yang tidak biasa adalah di atap gedung tempat tinggal mereka tinggal Karlsson Si Manusia Atap. Dia - si Karlsson, benar-benar tinggal di atas atap gedung. Karlsson sangat pendek, gendut, bulat, dan lagatnya seperti bos. Keistimewaannya, Karlsson bisa terbang, benar-benar terbang sendiri tanpa semacam pesawat terbang. Karlsson tinggal memutar semacam tombol di sekitar pusarnya, kemudian ... bruuummm ...... mesin kecil aneh di punggungnya akan berputar. Setelah mesin mulai panas, maka perlahan-lahan Karlsson akan terangkat & melayang-layang di angkasa. 

[ source ]
Sejak bertemu dan berkenalan dengan Karlsson, hidup Lillebror tidak pernah jadi biasa-biasa saja. Hal ini disebabkan karena Karlsson suka sekali dengan segala macam permainan bahkan tidak jarang berbuat usil atau nakal sekedar memuaskan keinginannya. Tidak sedikit beberapa kejadian menyebabkan Lillebror mengalami kesulitan dan masalah besar. Juga ditambah bahwa tidak ada satu pun anggota keluarga Svantesson pernah melihat apalagi bertemu dengan Karlsson. Mereka mengira Karlsson hanya karangan Lillebror, akal-akaln supaya Lillebror terhindar dari hukuman atas perbuatan-perbuatan nakal yang terjadi (yang sebenarnya memang disebabkan bahkan dilakukan oleh Karlsson). Lalu bagaimana Lillebror memberikan penjelasan dan bukti yang akurat, bahkan Karlsson memang ada."


Books "PIPPI DI NEGERI TAKA-TUKA"

Judul Asli : PIPPI LANGSTRUMP I SODERHAVET
Copyright (c) by Saltkrakan AB / Astrid Lindgren 1948
Illustration by Roft Rettich
from German Edition : PIPPI IN TAKA-TUKA-LAND
Alih Bahasa : Agus Setiadi
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-3 : Januari 2001 , 136 hlm
Rate : 4 of 5 

"Pippi masih ada di Pondok Serbaneka. Ia tidak jadi berangkat ke pulau Taka-Tuka dan masih bermain-main dengan Thomas dan Annika. Tidak ada yang bisa membuat Pippi meninggalkan sahabat-sahabat dan tempat tinggalnya yang unik. Bahkan ketika datang seorang laki-laki kaya dari kota besar yang hendak membeli dan meruntuhkan Pondok Serbaneka - ia harus berhadapan terlebih dahulu dengan gadis cilik yang kuat sekali.

[ source ]
Pippi menikmati hari-harinya di Pondok Serbaneka bersama kuda dan Mr. Nilsson, monyetnya. Tapi terkadang ia berkunjung ke rumah sebelah, tempat tinggal keluarga Settergren, keluarga Thomas dan Annika. Seperti saat Bibi Laura berkunjung, maka Pippi juga mengundang dirinya sendiri untuk datang bertamu. Meski bertingkah laku seenaknya bahkan tidak menggunakan aturan semestinya, Pippi sekali lagi berhasil membuat Bibi Laura yang sedang sedih jadi lebih gembira.

Saat liburan musim panas telah usai, dimana Thomas dan Annika harus kembali masuk sekolah seperti anak-anak yang lain, maka Pippi meluangkan waktunya untuk tetap berjumpa dengan mereka. Terutama saat hari pembagian hadiah oleh Mrs. Rosenblom di sekolah. Mrs. Rosenblom adalah wanita tua kaya raya yang setiap setengah tahun sekali mengadakan lomba bagi anak-anak yang manis, baik, dan rajin akan mendapatkan hadiah yang sudah dipersiapkan. Sedangkan yang tidak berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan akan menderita malu dan tidak mendapat hadiah apapun atau yang terjelek mereka mendapat hadiah celana dalam wol. Semua anak termasuk Thomas & Annika yang termasuk anak pandai, takut dan tegang menghadapi Mrs. Rosenblom. 

[ source ]
Tiba-tiba di tengah pembagian Pippi muncul. Bukan Pippi namanya jika tidak kehilangan akal dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan, walau semua jawabannya dianggap salah dan ngawur. Maka Pippi harus bergabung dengan barisan anak-anak yang dipermalukan. Melihat kesedihan anak-anak itu, Pipi mengadakan perlombaan menjawab pertanyaan sendiri. Pada akhirnya setiap anak-anak yang asalnya bersedih karena dianggap gagal oleh Mrs. Rosenblom, tetap dapat pulang dengan bahagia dan gembira - karena Pippi dengan baik hati memberikan hadiah satu keping emas dan sekantong besar permen. "Terima Kasih Pippi yang baik hati," kata mereka. "Ah, tidak usah berterima kasih, yang penting kalian selalu ingat bahwa aku menyelamatkan kalian dari kemungkinan mendapat hadiah celana dalam wol," kata Pippi.

Hari demi hari berlalu. Musim pun berganti dengan cepat. Musim gugur telah lewat, tak terasa sudah musim dingin. Dengan kesibukan sekolah yang makin tinggi, cuaca yang tidak mndukung, kondisi kesehatan Thomas dan Annika juga semakin menurun. Mereka semakin lesu, pipi pucat dan nafsu makan memburuk. Sampai akhirnya suatu hari mereka terserang penyakit campak. Satu-satunya yang dapat menghibur mereka saat harus beristirahat total di dalam kamar masing-masing adalah Pippi. Walau tidak diijinkan masuk karena takut tertular, Pippi menghibur sahabat-sahabatnya dengan permainan dan melucu lewat jendela. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi Thomas dan Annika mulai membaik walaupun masih lemas & pucat. Namun mereka semua dikagetkan dengan kedatangan sepucuk surat untuk Pippi. Surat dari ayahnya Sang Raja Pulau Taka-Tuka yang isinya mengabarkan bahwa ia akan menjemput Pippi untuk datang ke pulau. Seketika Thomas dan Annika kembali merasa lemas.

[ source ]
Maka pada suatu pagi yang indah di bulan Maret, kapal Kapten Efraim I. Langstrump memasuki pelabuhan. Para warga kota berkumpul menyambut kedatangannya. Pippi benar-benar merasa gembira dengan hal ini, lain halnya dengan Thomas dan Annika, mereka seperti menjalani suasana menyedihkan yang pernah terjadi sebelumnya. Namun kesedihan itu tidak berlangsung lama karena Pippi punya kejutan, Thomas dan Annika diajak berangkat dan tinggal bersama di pulau Taka-Tuka. Bahkan kedua orang tua mereka mengijinkan mereka berlibur untuk memulihkan kondisi kesehatan. (ini juga berkat saran dokter yang menganjurkan agar Thomas dan Annika berganti suasana). Maka bersiap-siaplah ketiga sahabat berserta awak kapal berlayar menuju pulau Taka-Tuka.

Setelah berlayar berhari-hari, akhirnya tibalah rombongan di pulau Taka-Tuka. Tentu saja kedatangan sang Raja yan dicintai rakyatnya disambut dengan meriah. Dengan segera sang Putri atau Pippi beserta kedua temannya mendapat teman-teman baru dan menyesuaikan diri dengan cepat. Banyak sekali pengalaman dan petualangan yang mereka alami. Mulai berganti pakaian yang sesuai (sehingga kulit mereka yang pucat segera berubah kecoklatan), menyusuri tebing, menjelajah gua-gua, bahkan menyelam mencari kerang mutiara di perairan yang banyak hiu-nya. Tapi yang paling menegangkan ketika seluruh orang dewasa penghuni pulau Taka-Tuka pergi ke pulau lain untuk menyertai sang Raja berburu babi hutan. Maka di pulau hanya tinggal anak-anak saja. Saat itulah pulau Taka-Tuka kedatangan sepasang penjahat, Jim dan Buck yang hendak merampok mutiara-mutiara yang berada di pulau tersebut. Namun penjahat tersebut tidak memperhitungkan adanya Pippi sebagai putri dan pemimpin pengganti sementara sang Raja tidak ada di tempat. Berkat akal cerdik dan kekuatan Pippi didukung anak-anak pulau, para penjahat berhasil diusir. 

[ source ]
Tak terasa sudah berbulan-bulan mereka berada di pulau Taka-Tuka. Thomas dan Annika mulai merindukan keluarga mereka, apalagi Natal semakin dekat. Maka suatu hari Pippi berkata, "Thomas, Annika mari kita kembali ke Pondok Serbaneka." Setelah melakukan persiapan dan perpisahan dengan sahabat-sahabat baru di pulau, Pippi, Thomas dan Annika berangkat berlayar dengan tujuan pulang sebelum Natal tiba. Ternyata perjalanan pulang tidak dapat berjalan lancar sesuai rencana. Perjalanan mereka memakan waktu lebih lama, sehingga saat akhirnya kapal mereka berlabuh di kota sudah mencapai awal bulan Januari. Walau gembira dan bahagia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya, Thomas dan Annika merasa kehilangan akan peringatan Natal yang mereka lewatkan. Sekali lagi Pippi yang baik hati mampu menunjukkan kebesaran hatinya dengan memberikan kejutan besar bagi kedua sahabatnya."